GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Infrastruktur
Beranda » Berita » TTU Gaet Investasi Rp2,5 Triliun, Tambak Garam Raksasa Segera Dibangun di Pantura

TTU Gaet Investasi Rp2,5 Triliun, Tambak Garam Raksasa Segera Dibangun di Pantura

Ket: Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo saat tiba di PT Blue Ocean Steel. (Alberto)

NTTSatu.ID — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong investasi dan pengembangan potensi daerah. 

Salah satunya melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Blue Ocean Steel Batam terkait pembangunan tambak garam skala besar.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Batam pada Rabu, 6 Mei 2026, dan dilakukan langsung oleh Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasale Kebo, bersama CEO PT Blue Ocean Steel, Benny Lau. 

Kesepakatan ini menjadi tonggak awal masuknya investasi besar di sektor industri garam di wilayah TTU.

Bupati Falent mengungkapkan bahwa pada tahap awal tahun 2026, pembangunan tambak garam akan dimulai dengan cakupan lahan seluas 1.500 hektare. 

Dorong Inovasi Praktikum Kimia, Pendidikan Kimia Undana Implementasikan Program LUPIC

Proyek ini merupakan bagian dari investasi besar yang digelontorkan oleh pihak perusahaan dengan total nilai mencapai Rp2,5 triliun.

Menurutnya, kehadiran investasi tersebut tidak hanya akan mempercepat pembangunan sektor industri di TTU, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Ini adalah peluang besar bagi daerah kita, baik dari sisi penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Falent.

Lebih lanjut dijelaskan, pasca penandatanganan PKS, tahapan teknis akan segera dimulai. Pada 11 Mei 2026 mendatang, tim akan melakukan pemetaan lokasi sebagai langkah awal sebelum proses pembangunan fisik, termasuk pembangunan pabrik garam.

Pengembangan tambak garam ini akan dipusatkan di wilayah pesisir utara TTU, tepatnya di tiga kecamatan, yakni Biboki Moenleu, Biboki Anleu, dan Insana Utara. 

FST Undana Dorong Jemaat GMIT Paulus Naikoten Ubah Limbah Menjadi Berkah dan Bernilai Ekonomi

Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi geografis dan iklim yang sangat mendukung untuk produksi garam dalam skala besar.

Bupati Falent berharap agar proyek ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di TTU sekaligus berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan garam nasional. 

Selain itu, kehadiran industri ini juga diproyeksikan membuka peluang usaha turunan serta meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten TTU menegaskan keseriusannya dalam mengelola potensi daerah dan menarik investor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(*)

Polda NTT Tangkap Admin Akun TikTok Anonim Lika-Liku

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NTTSatu.ID merupakan portal berita yang menyajikan informasi terkini, terpercaya, dan aktual seputar berbagai peristiwa penting di Nusa Tenggara Timur serta berbagai isu nasional yang menarik untuk diketahui masyarakat.

Berita Terbaru






Berita Populer

01

Kuasa Hukum Sebut Kades Fafinesu B Picu Pengeroyokan Tiga Pencari Madu di TTU

02

Mario Kebo: Tiga Pencari Madu Dihadang dan Dianiaya di Jalan, Bukan di Rumah Warga

03

Duka Mendalam atas Kepergian dr. Icha, Bupati TTU Dukung Keluarga Tempuh Jalur Hukum

04

Kuasa Hukum Naris Amleni Bantah Terlibat Intimidasi dr. Icha

05

Bupati TTU: Jika Terbukti Terlibat Penganiayaan, Kades Fafinesu B Akan Dicopot

× Advertisement
× Advertisement