NTTSatu.ID, Kupang – Kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi mendorong mahasiswa Program Studi Gizi angkatan 2022 STIKes Nusantara menggelar aksi penggalangan donasi.
Kegiatan tersebut diprakarsai mahasiswa dan mendapat dukungan dari dosen pembimbing, pihak institusi STIKes Nusantara, serta Yayasan Kunci Ilmu.
Ketua tim open donasi sekaligus mahasiswa Program Studi Gizi STIKes Nusantara, Susten Banfatin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana.
Susten mengatakan aksi kemanusiaan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku kuliah.
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata penerapan ilmu yang kami pelajari di bangku kuliah. Kami ingin turut hadir dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” kata Susten.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk belajar dan mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ia mengatakan perhatian terhadap pemenuhan gizi menjadi salah satu alasan mahasiswa Program Studi Gizi tergerak untuk menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Flores.
Dari aksi penggalangan tersebut, mahasiswa berhasil mengumpulkan donasi berupa 1 ton beras, 77 boks susu SGM, dan empat kantong pakaian layak pakai.
Susten mengatakan bantuan tersebut terkumpul melalui sinergi mahasiswa, tenaga pengajar, pihak institusi, dan Yayasan Kunci Ilmu.
Menurut dia, dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana dapat dilakukan secara bersama-sama.
Ia berharap bantuan yang telah terkumpul dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Flores, terutama warga yang masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Susten juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang ikut terlibat dalam proses penggalangan donasi.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada dosen pembimbing yang memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut sejak tahap penggalangan hingga bantuan berhasil dikumpulkan.
Ia turut mengapresiasi pimpinan dan civitas akademika STIKes Nusantara yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, khususnya mahasiswa Program Studi Gizi STIKes Nusantara, dosen pembimbing, pimpinan dan civitas akademika STIKes Nusantara, serta Yayasan Kunci Ilmu,” ujarnya.
Susten mengatakan kolaborasi tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa karena mereka dapat melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari dapat diterapkan untuk kepentingan masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan mahasiswa STIKes Nusantara, terutama dalam merespons persoalan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Pembina Yayasan Kunci Ilmu STIKes Nusantara, Laili Qudriana, mengatakan dukungan terhadap aksi mahasiswa merupakan bentuk solidaritas kepada masyarakat Flores.
“Ketika rumah kehilangan atap dan keluarga kehilangan rasa aman yang dibutuhkan kehadiran kita,” kata Laili, Senin (24/8/2026).
Laili mengatakan bantuan tersebut mungkin tidak dapat menghapus duka masyarakat terdampak gempa. Namun, pihaknya berharap bantuan itu dapat membuat masyarakat Flores merasa tidak sendirian menghadapi situasi sulit.
“Bantuan ini mungkin tidak menghapus duka mereka, tetapi kami berharap bisa membuat saudara-saudara kita di Flores, NTT merasa bahwa mereka tidak sendirian,” ujarnya.
Ia mengaku, keterlibatan Stikes Nusantara dalam aksi kemanusiaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian sosial melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan.
Laili mengapresiasi mahasiswa Program Studi Gizi angkatan 2022 STIKes Nusantara yang berinisiatif menggalang donasi untuk masyarakat Flores. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menyebut bantuan yang berhasil dikumpulkan berupa 1 ton beras, 77 boks susu SGM, serta empat kantong pakaian layak pakai. Bantuan tersebut dihimpun melalui kolaborasi mahasiswa, dosen, pihak institusi STIKes Nusantara, dan Yayasan Kunci Ilmu.
Laili berharap kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan yayasan dapat terus berlanjut sehingga kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti pada satu kegiatan.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi warga Flores yang terdampak gempa sekaligus menjadi pesan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi bencana tetap memiliki saudara yang peduli dan bersedia hadir membantu,” jelasnya.
Aksi mahasiswa tersebut juga sejalan dengan dorongan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto agar perguruan tinggi di NTT ikut mengambil peran dalam penanganan dampak gempa Flores.
Brian sebelumnya mengatakan perguruan tinggi memiliki sumber daya berupa dosen, mahasiswa, tenaga ahli, dan organisasi kemahasiswaan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat.
“Dalam situasi bencana seperti ini, perguruan tinggi harus hadir bersama masyarakat. Keahlian, tenaga, dan semangat gotong royong sivitas akademika dapat menjadi kekuatan penting untuk mendukung penanganan darurat dan membantu masyarakat bangkit,” kata Brian pada Kamis, 20 Agustus 2026. (*)



Komentar