GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Daerah
Beranda » Berita » Perdana di Cibubur, Pemuda Naibenu Jakarta Buktikan Anak Rantau Bisa Ambil Bagian dalam Pelayanan Gereja

Perdana di Cibubur, Pemuda Naibenu Jakarta Buktikan Anak Rantau Bisa Ambil Bagian dalam Pelayanan Gereja

Perdana di Cibubur, Pemuda Naibenu Jakarta Buktikan Anak Rantau Bisa Ambil Bagian dalam Pelayanan Gereja. (Foto: Kris Salu)

NTTSatu.ID— Suara anak-anak muda asal Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), terdengar dalam perayaan Pemberkatan Nikah Gereja pasangan Tania dan Maron di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Kota Wisata Cibubur, Bogor, Minggu (9/8/2026).

Bukan sekadar bernyanyi, kehadiran mereka menjadi penanda sebuah langkah baru. Untuk pertama kalinya, anak-anak muda Naibenu yang merantau di Jakarta tampil bersama sebagai Koor Mini Perantau Pemuda NAIBENU Jakarta (PNJ) dalam pelayanan liturgi di sebuah perayaan perkawinan Gereja.

Koor Mini PNJ dipercaya menjadi koor dalam perayaan pemberkatan nikah tersebut sekaligus tampil sebagai koor sponsor bagi kedua mempelai. Perayaan berlangsung tertib, lancar, aman, dan sukses dari awal hingga akhir.

Bagi PNJ, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk nyata keterlibatan kaum muda perantauan dalam kehidupan menggereja di Jakarta. Talenta yang dimiliki anak-anak muda tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas komunitas, tetapi mulai diarahkan untuk mengambil bagian dalam pelayanan Gereja.

Keterlibatan itu juga membawa pesan lain. Di tengah kehidupan sebagai perantau di kota besar, anak-anak muda Naibenu masih memiliki ruang untuk menjaga persaudaraan dan saling mendukung.

FST Undana Dorong Jemaat GMIT Paulus Naikoten Ubah Limbah Menjadi Berkah dan Bernilai Ekonomi

Dengan tampil sebagai koor sponsor, PNJ ikut membantu kelancaran perayaan perkawinan Tania dan Maron. Dukungan tersebut sekaligus meringankan keluarga pasangan dari kebutuhan untuk menyewa kelompok koor dari luar.

Bagi pasangan perantau yang hendak melangsungkan perkawinan di tanah rantau, persoalan biaya sering menjadi salah satu tantangan. Karena itu, dukungan dari sesama perantau melalui pelayanan seperti ini menjadi bentuk kepedulian yang tidak hanya bernilai secara sosial, tetapi juga memiliki makna dalam kehidupan iman.

Senior perantau Naibenu Jakarta, Kaka Nona Isna Kolo, menilai penampilan perdana tersebut sebagai sebuah perkembangan positif bagi anak-anak muda Naibenu di Jakarta.

Isna mengatakan, selama 15 tahun merantau di Jakarta, baru kali ini ia menyaksikan anak-anak muda Naibenu tampil sebagai koor sponsor dalam perayaan pernikahan Gereja.

“Saya merantau sudah 15 tahun di Jakarta, baru kali ini anak muda Naibenu yang merantau di Jakarta tampil sebagai koor sponsor di pernikahan Gereja seperti ini,” ujar Isna seusai perayaan.

STIKes Nusantara Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kaum muda perantauan mampu melakukan kegiatan positif dan menjawab stigma negatif yang selama ini kerap melekat pada anak-anak muda dari daerah ketika berada di kota besar.

“Biasanya anak-anak muda yang merantau dari kampung-kampung setelah berada di tanah rantauan selalu punya stigma negatif. Ternyata Pemuda Naibenu Jakarta memberi bukti terhadap stigma itu. Ini kegiatan positif untuk anak muda,” katanya.

Ia berharap anak-anak muda Naibenu tidak takut mengambil kesempatan untuk tampil dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Anak muda harus berani tampil dan punya mimpi besar. Apalagi menyangkut iman. Lanjutkan,” lanjutnya.

Sementara itu, PIC Koor Mini Perantau Pemuda NAIBENU Jakarta, Boso Kris Salu, menyampaikan terima kasih kepada kedua keluarga besar pasangan Tania dan Maron yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada timnya untuk mengambil bagian dalam perayaan pemberkatan nikah tersebut.

Pascasarjana IAKN Kupang Gelar PKM di GPdI Tesbatan, Bahas Rahasia Pemeliharaan Tuhan

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak Sekretariat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa yang telah menerima dan memberikan ruang kepada Koor Mini PNJ untuk bertugas sebagai koor liturgi.

Boso juga memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Koor Mini PNJ yang telah tampil dengan baik dan penuh percaya diri.

Menurut Boso, keterlibatan anak-anak muda dalam kegiatan Gereja perlu terus diberikan ruang. Kaum muda, kata dia, harus diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, berinovasi, dan mengambil keputusan dalam bidang yang mereka mampu.

“Kita harus membuka ruang selebar-lebarnya untuk mereka agar bisa berekspresi, berkreatif, berinovasi, beri solusi, kemudian tampil dalam bidang apa pun, apalagi menyangkut iman dan Gereja,” ujar Boso.

Ia menilai, sikap ramah terhadap kaum muda tidak seharusnya justru membuat ide dan potensi mereka terpendam.

“Kelemahan kita adalah sering kali sikap ramah-tamah dijadikan untuk menutupi ide dan potensi adik-adik yang mau belajar untuk berkembang. Ini yang salah. Kita harus bedakan substansi masing-masing,” katanya.

Boso mengatakan, pelayanan seperti yang dilakukan Koor Mini PNJ juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun persaudaraan sesama perantau Naibenu di Jakarta. Setiap momentum bersama dapat menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk semakin aktif, saling mengenal, dan mengambil bagian dalam lingkungan masing-masing.

Bagi PNJ, penampilan perdana di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa bukan hanya tentang sebuah kelompok anak muda yang berdiri dan bernyanyi dalam perayaan Gereja. Momentum itu menjadi bukti bahwa kaum muda perantauan dapat mengambil peran ketika diberikan kepercayaan dan ruang.

Dari sebuah pelayanan sederhana, tumbuh semangat untuk terus hadir dan berbuat bagi sesama perantau.

Semangat itu dirangkum dalam ungkapan persaudaraan:

“Hit bi pah Jakarta, msat mui hit onen, hit pilu, ma hit kanak.”

Ia berharap penampilan perdana Koor Mini Perantau Pemuda NAIBENU Jakarta tersebut menjadi awal bagi semakin banyaknya keterlibatan anak-anak muda Naibenu dalam pelayanan Gereja, kegiatan sosial, serta berbagai aktivitas positif di tanah rantau.

“Hari ini, suara kami memenuhi ruang Gereja. Tetapi yang sesungguhnya sedang kami nyanyikan adalah suara sebuah generasi; bahwa kami ada, kami mampu, kami mau melayani, dan kami tidak akan lupa dari mana kami berasal,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NTTSatu.ID merupakan portal berita yang menyajikan informasi terkini, terpercaya, dan aktual seputar berbagai peristiwa penting di Nusa Tenggara Timur serta berbagai isu nasional yang menarik untuk diketahui masyarakat.

Berita Terbaru






Berita Populer

01

Kuasa Hukum Sebut Kades Fafinesu B Picu Pengeroyokan Tiga Pencari Madu di TTU

02

Mario Kebo: Tiga Pencari Madu Dihadang dan Dianiaya di Jalan, Bukan di Rumah Warga

03

Duka Mendalam atas Kepergian dr. Icha, Bupati TTU Dukung Keluarga Tempuh Jalur Hukum

04

Kuasa Hukum Naris Amleni Bantah Terlibat Intimidasi dr. Icha

05

Bupati TTU: Jika Terbukti Terlibat Penganiayaan, Kades Fafinesu B Akan Dicopot

× Advertisement
× Advertisement