NTTSatu.ID — Universitas Persatuan Guru 1945 Nusa Tenggara Timur (UPG 1945 NTT) menyampaikan pernyataan duka dan solidaritas mendalam bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Rektor UPG 1945 NTT, Uly Jonathan Riwu Kaho, atas nama pribadi dan seluruh sivitas akademika UPG 1945 NTT, Sabtu 15 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya, Uly menyampaikan rasa kehilangan dan belasungkawa yang tulus kepada seluruh korban serta keluarga yang terdampak bencana. Gempa bumi yang mengguncang Flores telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, sekaligus memaksa sejumlah masyarakat meninggalkan rumah mereka yang rusak demi mendapatkan tempat yang lebih aman.
“Dalam suasana duka ini, keluarga besar UPG 1945 NTT berdiri dalam doa dan solidaritas bersama masyarakat Flores,” demikian inti pernyataan tersebut. Secara khusus, UPG 1945 NTT menyampaikan empati kepada keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta serta berharap kepedulian seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.
UPG 1945 NTT juga memberikan perhatian kepada para korban yang mengalami luka-luka. Pihak universitas berharap seluruh proses perawatan dapat berjalan dengan baik hingga para korban memperoleh pemulihan.
Sementara bagi masyarakat yang harus tinggal di pengungsian akibat rumah maupun lingkungan tempat tinggal yang tidak lagi aman, UPG berharap mereka mendapatkan perlindungan, kebutuhan dasar yang memadai, serta kekuatan untuk kembali menata kehidupan setelah masa darurat berakhir.
Dalam pernyataannya, UPG 1945 NTT turut memberikan penghormatan kepada seluruh pihak yang bekerja di lapangan untuk menangani dampak bencana. Mereka antara lain pemerintah, BNPB dan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, tenaga kesehatan, relawan, lembaga kemanusiaan, tokoh agama, komunitas lokal, hingga masyarakat yang secara sukarela saling membantu di tengah keterbatasan.
Menurut UPG 1945 NTT, kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tetap tumbuh dan menemukan jalannya melalui tangan-tangan yang bersedia membantu mereka yang membutuhkan.
UPG 1945 NTT menegaskan bahwa musibah Flores merupakan duka seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Karena itu, universitas mengajak seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta keluarga besar UPG 1945 NTT untuk tidak hanya menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menghadirkan solidaritas dalam tindakan nyata.
Solidaritas tersebut dapat diwujudkan dengan membantu sesuai kemampuan, mendukung gerakan kemanusiaan yang dapat dipercaya, menjaga ruang informasi dari kabar yang belum terverifikasi, serta terus mendoakan para korban, keluarga yang berduka, pengungsi, petugas, dan relawan yang berada di lokasi bencana.
Sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dan mengabdi di Nusa Tenggara Timur, UPG 1945 NTT menilai kepedulian tidak boleh berhenti pada ucapan belasungkawa. Solidaritas harus diwujudkan dalam tindakan yang dapat membantu masyarakat terdampak, mulai dari masa darurat hingga memasuki tahap pemulihan dan pembangunan kembali.
Menutup pernyataannya, Rektor UPG 1945 NTT memanjatkan doa agar Tuhan memberikan kekuatan kepada setiap keluarga yang sedang berduka, menguatkan mereka yang terluka, menjaga masyarakat yang berada di pengungsian, serta memberikan hikmat dan keselamatan bagi seluruh petugas dan relawan.
UPG 1945 NTT juga berharap masyarakat Flores diberikan kekuatan untuk bangkit dan menatap masa depan dengan harapan baru.
Pesan solidaritas itu kemudian ditegaskan melalui kalimat yang menjadi penutup pernyataan:
“FLORES TIDAK SENDIRI. NTT BERSAMA FLORES. UPG 1945 NTT BERSAMA FLORES.”(*)



Komentar