NTTSatu.ID — Sebanyak 149 mahasiswa asal Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang menempuh pendidikan di STIKes Nusantara Kupang mulai melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di wilayah Kabupaten TTU.
Para mahasiswa tersebut diterima langsung Bupati TTU Falent Kebo di halaman Kantor Dinas Kesehatan TTU, Senin (10/8/2026).
Sebanyak 149 mahasiswa yang mengikuti PKL terdiri atas mahasiswa D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, dan S1 Gizi. Mereka akan menjalani PKL selama dua bulan dan ditempatkan di 24 dari 26 puskesmas yang ada di Kabupaten TTU.
Ke-149 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari lebih dari 800 mahasiswa asal TTU yang saat ini menempuh pendidikan di STIKes Nusantara Kupang melalui program kolaborasi pendidikan.
Program tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia TTU, khususnya di bidang kesehatan.
Sebelumnya, Falent Kebo mengungkapkan bahwa pembiayaan pendidikan mahasiswa asal TTU di STIKes Nusantara dilakukan melalui dana kolaborasi yang bersumber dari CSR dan dana pribadinya.
“Dari CSR, dan saya pribadi kita membiayai mereka,” ujar Falent Kebo pada 21 Oktober 2025 lalu.
Menurut Falent Kebo, dukungan terhadap pendidikan generasi muda merupakan investasi sumber daya manusia yang penting bagi masa depan daerah.
Ia menilai pembangunan tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pendidikan dan keterampilan.
Saat ini, mahasiswa yang mengikuti program tersebut mulai memasuki tahapan pembelajaran lapangan dengan turun langsung ke masyarakat melalui PKL di puskesmas-puskesmas di TTU.
Saat menerima para mahasiswa, Falent meminta mereka menjalankan PKL dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan pengalaman langsung di tengah masyarakat.
“Di ruang kelas, Anda belajar tentang teori. Di laboratorium, saudara belajar tentang keterampilan. Tetapi di tengah masyarakat, saudara belajar tentang kemanusiaan,” kata Falent.
Ia meminta mahasiswa tidak hanya menjalankan program sebagai kewajiban akademik, tetapi juga mendengar kebutuhan masyarakat, memahami persoalan kesehatan, serta membangun komunikasi dengan kader, tokoh masyarakat, keluarga, dan tenaga kesehatan.
Falent juga meminta para kepala puskesmas memberikan ruang kepada mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, mengamati, dan terlibat secara bertanggung jawab dalam pelayanan kesehatan.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat TTU.
“Pelaksanaan PKL 149 mahasiswa tersebut menjadi salah satu tahapan nyata dari program pendidikan yang diikuti lebih dari 800 mahasiswa asal TTU di STIKes Nusantara Kupang,” jelasnya.
Program yang Sempat Diragukan Kini Masuk Tahap PKL
Program pendidikan mahasiswa asal TTU di STIKes Nusantara Kupang sebelumnya sempat mendapat komentar dan keraguan dari sejumlah pihak.
Menurut informasi yang disampaikan, bahkan ada pihak yang menilai program tersebut hanya sebatas janji dan mempertanyakan realisasinya.
Namun, pada Senin, 10 Agustus 2026, sebanyak 149 mahasiswa dari program tersebut telah mulai menjalankan PKL di 24 puskesmas di Kabupaten TTU.
Sehingga, program pendidikan yang melibatkan lebih dari 800 mahasiswa asal TTU tersebut kini memasuki tahapan pembelajaran lapangan.
Pelaksanaan PKL menjadi bagian dari proses pendidikan mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat.
Falent Kebo kemudian menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing serta berharap pelaksanaan PKL berjalan baik dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, fasilitas kesehatan, maupun masyarakat TTU.
“Selamat belajar. Selamat mengabdi. Dan selamat menjalankan Praktik Kerja Lapangan,” pungkasnya.



Komentar