GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Yudisium FKIP Undana, 826 Mahasiswa Resmi Menyandang Gelar dan Siap Mengabdi


Yudisium FKIP Undana, 826 Mahasiswa Resmi Menyandang Gelar dan Siap Mengabdi

Ket: Tampak foto bersama jajaran pimpinan fakuktas, koordinator program studi serta para mahasiswa lulusan terbaik tingkat fakultas dan program studi. (Alberto)

NTTSatu.ID – Sebanyak 826 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengikuti Yudisium yang digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Lantai II Aula FKIP Undana.

Yudisium menjadi momentum penting bagi ratusan mahasiswa setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan di berbagai program studi. 

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FKIP Undana Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., Wakil Dekan I Dr. Damianus D. Samo, M.Pd., Wakil Dekan II Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si., para koordinator program studi, jajaran staf fakultas, serta seluruh mahasiswa yang mengikuti yudisium.

Pelaksanaan yudisium dibagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, sebanyak 412 mahasiswa mengikuti yudisium dari sembilan program studi.

Rinciannya, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 56 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 58 orang, Pendidikan Matematika 60 orang, Pendidikan Biologi 25 orang, Pendidikan Fisika 49 orang, Pendidikan Kimia 45 orang, PPKn 29 orang, Pendidikan Sejarah 70 orang, dan Penjaskesrek sebanyak 20 orang.

Peduli Korban Gempa Flores, DWP Undana Salurkan Bantuan Logistik hingga Kebutuhan Perempuan dan Anak

Sementara itu, pada sesi kedua, sebanyak 414 mahasiswa mengikuti yudisium dari sepuluh program studi. Mereka terdiri dari Teknik Bangunan 20 orang, Teknik Mesin 28 orang, Teknik Elektro 31 orang, PGSD 117 orang, Ekonomi 41 orang, Bimbingan Konseling 50 orang, PLS 45 orang, PGPAUD 44 orang, S2 Bahasa Inggris satu orang, serta Geografi 37 orang.

Dengan demikian, total mahasiswa yang mengikuti Yudisium FKIP Undana mencapai 826 orang.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP Undana Prof. Malkisedek Taneo, mengawali dengan ungkapan syukur atas terselenggaranya yudisium tersebut.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan mahasiswa mencapai tahap yudisium merupakan buah dari perjuangan panjang, kesetiaan, ketekunan, dan tanggung jawab selama menempuh pendidikan.

Prof. Taneo mengatakan, masa studi setiap mahasiswa berbeda-beda. Ada yang mampu menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar tiga tahun enam bulan, tiga tahun sepuluh bulan, bahkan ada yang membutuhkan waktu hingga tujuh tahun sembilan bulan.

Kabid Perikanan TTU Buat Stempel Palsu untuk Pungli

Menurutnya, perbedaan waktu tersebut bukan menjadi ukuran utama keberhasilan. Hal yang jauh lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu bertahan dan bertanggung jawab hingga menyelesaikan seluruh proses pendidikan.

“Perjuangan teman-teman ini luar biasa, tidak mudah. Karena kesetiaan dan tanggung jawab, teman-teman akhirnya bisa mencapai titik ini,” ungkapnya.

Ia menilai para mahasiswa yang hadir dalam yudisium merupakan orang-orang hebat karena mampu melewati berbagai tantangan selama berada di bangku kuliah.

Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan tugas akademik, tetapi juga berbagai persoalan kehidupan. Ada mahasiswa yang harus menghadapi persoalan keluarga, kondisi kesehatan, kabar duka dari kampung halaman, hingga berbagai situasi sulit yang sempat memengaruhi proses perkuliahan.

Namun, mereka tetap berusaha bertahan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi.

Dorong Inovasi Praktikum Kimia, Pendidikan Kimia Undana Implementasikan Program LUPIC

“Kadang ada air mata, terkadang ada persoalan, terkadang kita mendapat informasi dari kampung atau keluarga. Tetapi teman-teman mampu mengelola kondisi itu dan tetap melanjutkan pendidikan,” katanya.

Di hadapan para peserta yudisium, Prof. Taneo juga memberikan pesan penting mengenai kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, dunia setelah kampus tidak mudah. Para lulusan akan menghadapi persaingan yang semakin ketat sehingga ilmu pengetahuan yang diperoleh selama kuliah harus disertai dengan integritas dan karakter yang baik.

Ia menekankan agar para lulusan tidak hanya bangga dengan gelar sarjana yang diperoleh, tetapi juga mampu menunjukkan sikap profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas.

“Komitmen untuk menjaga integritas harus tetap ada. Jangan sampai menjadi sarjana tetapi tidak memiliki integritas. Gelar yang kita miliki harus dibarengi dengan tanggung jawab dan karakter yang baik,” tegasnya.

Pesan tersebut dinilai sangat penting karena sebagian besar lulusan FKIP akan berkarya di bidang pendidikan. Sebagai calon guru dan tenaga kependidikan, mereka akan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi penerus.

Dekan FKIP Undana juga mendorong para lulusan untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama perkembangan di bidang pendidikan.

Ia secara khusus mengingatkan lulusan yang ingin menjadi guru agar mempersiapkan diri mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, lulusan yang ingin berprofesi sebagai guru perlu terus meningkatkan kompetensi profesionalnya. PPG menjadi salah satu tahapan penting untuk memperoleh kompetensi dan sertifikat pendidik sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia menjelaskan bahwa kompetensi guru tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi, tetapi juga mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.

“Teman-teman harus mengikuti perkembangan pendidikan, termasuk terkait Pendidikan Profesi Guru. Persiapkan diri untuk mengikuti seleksi dan tahapan selanjutnya,” pesannya.

Prof. Taneo berharap para lulusan FKIP Undana tidak berhenti belajar setelah mendapatkan gelar sarjana. Mereka diminta terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi terbaik di tengah masyarakat.

Selain berbicara mengenai masa depan lulusan, Dekan FKIP Undana juga berpesan agar para mahasiswa tetap menjaga hubungan baik dengan almamater.

Ia meminta para lulusan untuk menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, program studi, FKIP, dan Undana ketika sudah berada di tengah masyarakat.

“Jaga nama baik lembaga, jaga nama baik fakultas, dan jaga nama baik Undana. Kampus ini pernah menjadi rumah bagi teman-teman selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Ia juga berharap para alumni tetap memiliki kepedulian terhadap program studi masing-masing. Apabila suatu saat program studi membutuhkan dukungan alumni, para lulusan diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai kemampuan.

Menurutnya, keberhasilan program studi, termasuk dalam mempertahankan dan meningkatkan akreditasi, juga menjadi bagian dari kebanggaan para alumni.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Taneo turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga mahasiswa.

Ia menyadari bahwa keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan tidak terlepas dari dukungan keluarga yang terus memberikan motivasi, doa, dan bantuan selama proses perkuliahan.

“Terima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan anak-anak untuk kuliah di program studi yang ada di FKIP Undana. Terima kasih juga kepada teman-teman sekalian karena sudah berjuang sampai hari ini,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh civitas akademika FKIP Undana, para staf, serta petugas cleaning service yang selama ini turut mendukung kegiatan dan aktivitas akademik di lingkungan fakultas.

Menutup sambutannya, Dekan FKIP Undana menyampaikan permohonan maaf atas nama seluruh civitas akademika FKIP Undana apabila selama mahasiswa menjalani pendidikan terdapat pelayanan, perkataan, maupun tindakan yang kurang berkenan.

Ia berharap seluruh pengalaman selama berada di FKIP Undana dapat menjadi bekal bagi para lulusan dalam menjalani kehidupan selanjutnya.

Yudisium tersebut akhirnya menjadi momentum penuh kebahagiaan sekaligus haru bagi 826 mahasiswa. Setelah melewati perjalanan akademik dengan waktu dan tantangan yang berbeda-beda, mereka kini bersiap memasuki fase baru sebagai lulusan FKIP Undana.

Prof. Taneo pun mengajak para lulusan untuk menikmati kebahagiaan tersebut, namun tidak berhenti pada seremoni yudisium.

Ia berpesan agar para lulusan segera menatap masa depan, melanjutkan pengembangan diri, menjaga integritas, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja serta profesi yang akan dijalani.

“Boleh bersukacita dan berbahagia, tetapi jangan terlalu lama. Setelah ini, siapkan diri untuk melanjutkan perjuangan dan menghadapi tahapan berikutnya,” pesannya.

Yudisium FKIP Undana pada 26 Agustus 2026 pun menjadi penanda berakhirnya satu perjalanan akademik bagi 826 mahasiswa sekaligus menjadi awal dari perjalanan baru untuk mengabdi, berkarya, dan membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement