GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » IKA UNAIR NTT dan Undana Dorong Ekonomi Desa Lewat Pelatihan VCO dan Wine Pisang

IKA UNAIR NTT dan Undana Dorong Ekonomi Desa Lewat Pelatihan VCO dan Wine Pisang

Ket: Pengurus IKA UNAIR NTT dan sejumlah mahasiswa Pendidikan Kimia Undana tengah melakukan pelatihan VCO dan Wine Pisang kepada masyarakat Takari

NTTSatu.ID – Semangat masyarakat Desa Oelnaineno, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang dalam mengembangkan potensi lokal mendapat dukungan nyata melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Diversifikasi Produk Lokal melalui Pelatihan Pembuatan VCO dan Wine Pisang di Desa Oelnaineno” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Airlangga berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Nusa Cendana.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Oelnaineno tersebut awalnya dijadwalkan pada 8–9 Mei 2026. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat pelatihan diperpanjang hingga 10 Mei 2026 agar seluruh peserta dapat mengikuti proses pembelajaran secara maksimal.

Pelatihan ini berfokus pada pengolahan hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai ekonomi, yakni Virgin Coconut Oil (VCO) metode fermentasi dan wine pisang. Kedua produk tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga berbasis potensi desa.

Acara secara resmi dibuka oleh Camat Takari, Christyanto Djaranjoera. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada IKA UNAIR Wilayah NTT dan Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Nusa Cendana atas kepedulian dan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Oelnaineno.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting karena tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengolahan sumber daya lokal.

Mahasiswa Pendidikan Kimia Undana Turun ke Desa, Ajarkan Olahan Kunyit hingga Demo Sains untuk Siswa

“Kesempatan seperti ini sangat baik bagi masyarakat. Kami berharap warga dapat mengikuti seluruh proses pelatihan dengan serius sehingga nantinya benar-benar mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti praktik langsung mulai dari pemilihan bahan baku, teknik fermentasi, proses pengolahan, hingga pengemasan produk. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi dari masyarakat terkait peluang usaha berbasis kelapa dan pisang lokal.

Ketua Pengurus Wilayah IKA UNAIR NTT, Prof. Dr. Yantus A. B. Neolaka mengatakan bahwa tingginya semangat masyarakat menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus mendukung pengembangan potensi lokal desa.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan jangka pendek, tetapi merupakan langkah awal untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengolahan produk lokal yang memiliki nilai tambah.

“Melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, kami dari IKA UNAIR Wilayah NTT tentu bersedia dengan senang hati untuk terus mendampingi masyarakat agar produksi VCO dan wine pisang dapat berkembang dalam skala yang lebih besar dan berkelanjutan,” kata Prof. Yantus.

IAKN Kupang dan GMIT Horeb Kuanheum Gelar Seminar “Iman di Era Digital”, Bahas Tantangan Media Sosial bagi Pemuda

Sementara itu, Eka Buang Sandy Kalla, dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Nusa Cendana sekaligus anggota IKA UNAIR yang memimpin penelitian fermentasi VCO dan wine pisang, menyampaikan bahwa Desa Oelnaineno memiliki potensi bahan baku yang sangat menjanjikan.

Menurutnya, keberadaan kelapa dan pisang dalam jumlah melimpah dapat menjadi modal utama pengembangan usaha masyarakat apabila didukung dengan keterampilan produksi dan manajemen usaha yang baik.

“Kami melihat potensi Desa Oelnaineno sangat baik, terutama dari ketersediaan bahan baku kelapa dan pisang. Ke depan, kami siap melakukan pendampingan teknis lanjutan, termasuk peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga pengembangan produksi skala usaha masyarakat,” jelasnya.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi alumni, pemerintah kecamatan, dan masyarakat desa, kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan di Nusa Tenggara Timur.

Selain meningkatkan keterampilan masyarakat, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya usaha-usaha produktif berbasis sumber daya lokal yang berdaya saing dan berkelanjutan.(*)

Dukung Layanan Kesehatan Masyarakat, BRI Serahkan Bantuan TJSL 1 Unit Ambulance kepada Polda NTT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement