NTTSatu.ID — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus.
Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 tersebut membawa duka bagi masyarakat Flores. IAKN Kupang menyatakan bahwa penderitaan dan kehilangan yang dialami masyarakat di Flores merupakan duka bersama yang juga dirasakan oleh seluruh keluarga besar IAKN Kupang.
Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., menyampaikan belasungkawa kepada para korban yang meninggal dunia serta keluarga yang ditinggalkan.
“IAKN Kupang menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi saudara-saudari yang meninggal dunia akibat bencana alam gempa bumi yang terjadi di Flores. Duka dan derita yang dialami saudara-saudara kita di Flores adalah duka dan derita yang sama yang turut kita rasakan bersama,” ungkap I Made Suardana.
Menurutnya, dalam situasi bencana seperti ini, solidaritas dan kepedulian menjadi kekuatan penting bagi masyarakat yang sedang menghadapi kehilangan maupun berbagai dampak akibat gempa.
Karena itu, IAKN Kupang berkomitmen mengupayakan dukungan kelembagaan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak. Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan bantuan secara material, tetapi juga menjadi bentuk penguatan moral dan spiritual bagi masyarakat yang sedang berada dalam suasana duka.
Sebagai bentuk nyata kepedulian tersebut, IAKN Kupang akan segera menggerakkan “IAKN Kupang Peduli”. Gerakan ini diarahkan untuk menggalang dukungan dari berbagai pihak guna membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Gerakan bersama tersebut diharapkan dapat melibatkan berbagai unsur, baik civitas akademika IAKN Kupang maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat Flores.
“Kami akan mengupayakan dukungan kelembagaan untuk bisa meringankan penderitaan yang dialami, bahkan juga dikuatkan dalam menghadapi dukacita. Karena itu, gerakan bersama IAKN Kupang Peduli akan segera dikerjakan untuk menggalang dukungan dari berbagai pihak,” kata Rektor.
Menurut I Made Suardana, bencana yang terjadi di Flores bukan hanya menjadi persoalan masyarakat di wilayah terdampak, tetapi juga menjadi panggilan kemanusiaan bagi seluruh masyarakat NTT untuk merapatkan barisan dan menunjukkan solidaritas.
IAKN Kupang berharap kepedulian bersama dapat memberikan kekuatan bagi masyarakat yang terdampak, terutama keluarga yang kehilangan anggota keluarga serta mereka yang harus menghadapi kerusakan dan dampak lain akibat gempa.
Selain dukungan kelembagaan dan aksi solidaritas, IAKN Kupang juga mengajak seluruh keluarga besar kampus untuk terus mendoakan masyarakat Flores.
Doa dipanjatkan agar para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, keluarga yang ditinggalkan diberikan penghiburan dan kekuatan, serta masyarakat yang terdampak diberikan ketabahan untuk melewati masa sulit.
“Kami berdoa memohon anugerah dan belas kasihan Tuhan untuk memulihkan Flores,” ujar I Made Suardana.
IAKN Kupang menegaskan bahwa solidaritas tidak boleh berhenti pada rasa prihatin. Melalui gerakan “IAKN Kupang Peduli”, lembaga tersebut berupaya menerjemahkan rasa duka dan kepedulian menjadi aksi nyata untuk membantu masyarakat Flores melewati masa-masa sulit pascabencana.(*)



Komentar