GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Dari Lontar NTT Menuju Material Masa Depan, Dr. Kristomus Boimau Resmi Raih Gelar Doktor

Dari Lontar NTT Menuju Material Masa Depan, Dr. Kristomus Boimau Resmi Raih Gelar Doktor

Ket: Tampak foto bersama antara Kristomus Boimau, S.T., M.T., yang resmi meraih gelar doktoral di FT Udayana, didampingi Viktor B. Laiskodat, Yosef Lede, Prof. Jefri Bale, Prof. Yantus Neolaka, serta jajaran pimpinan Udayana. (Alberto/NTTSatu)

NTTSatu.ID — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali melahirkan doktor baru dengan rekam jejak akademik dan riset yang mengangkat potensi lokal Nusa Tenggara Timur (NTT) ke ranah teknologi material masa depan.

Kristomus Boimau, S.T., M.T., resmi meraih gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Teknik, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dalam ujian yang berlangsung di Ruang Aula Wiswakarma Fakultas Teknik Universitas Udayana, Kristomus mempertahankan disertasi berjudul:

“Pengembangan Biokomposit Serat Buah Lontar (Borassus flabellifer) Bermatriks Polylactic Acid (PLA) untuk Lingkungan Higrotermal.”

Disertasi tersebut dipertahankan di hadapan sembilan orang dewan penguji, yang menguji secara komprehensif aspek keilmuan, metodologi, karakterisasi material, hasil penelitian, hingga prospek pengembangan dan penerapannya.

STIKes Nusantara Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Mengangkat Lontar NTT Menjadi Material Rekayasa

Penelitian Kristomus memiliki keunikan karena berangkat dari kekayaan sumber daya alam yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat NTT, yakni tanaman lontar (Borassus flabellifer).

Melalui pendekatan rekayasa material, serat buah lontar dikombinasikan dengan Polylactic Acid (PLA) untuk menghasilkan biokomposit yang dirancang dan diuji untuk penggunaan pada lingkungan higrotermal, yaitu lingkungan dengan kombinasi paparan temperatur dan kelembapan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya novelty yang signifikan dalam pengembangan biokomposit berbasis serat alam lokal untuk lingkungan higrotermal.

Temuan tersebut membuka peluang baru bagi pemanfaatan serat lontar. Lontar tidak lagi hanya dipandang sebagai sumber daya tradisional, tetapi dapat dikembangkan menjadi bahan baku material rekayasa yang memiliki nilai tambah dan prospek aplikasi teknologi.

Polda NTT Tangkap Admin Akun TikTok Anonim Lika-Liku

Riset ini sekaligus memperlihatkan bagaimana sumber daya lokal dapat ditransformasikan melalui ilmu pengetahuan menjadi material yang berpotensi digunakan dalam berbagai kebutuhan rekayasa di masa depan.

Tiga Tahun, Lima Publikasi Scopus

Capaian Kristomus semakin menonjol karena pendidikan doktoralnya berhasil diselesaikan dalam waktu tiga tahun.

Selama menjalani pendidikan S3, ia berhasil menghasilkan lima artikel ilmiah pada jurnal terindeks Scopus. Dua artikel telah resmi terbit, sementara tiga artikel lainnya telah memperoleh Letter of Acceptance (LOA).

Kristomus menyelesaikan pendidikan doktor dengan IPK 3,91 dan predikat Cum Laude.

Warga Korban Gempa Flores Terima 4 Ton Beras dari KPA NTT

Capaian tersebut menunjukkan bahwa perjalanan akademiknya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian studi, tetapi juga dibangun melalui produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Promotor: Potensi Lokal Harus Naik Kelas

Dalam kesempatan tersebut, promotor memberikan apresiasi atas keberhasilan Kristomus menyelesaikan pendidikan doktor sekaligus mengembangkan penelitian yang menjadikan potensi lokal NTT sebagai objek rekayasa material.

Menurutnya, penelitian tersebut memiliki nilai strategis karena memperlihatkan bahwa kekayaan alam daerah dapat dikembangkan menjadi material masa depan melalui sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Riset yang ditekuni Kristomus juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui penelitian lanjutan dan kolaborasi lintas disiplin maupun lintas institusi.

Tidak berhenti pada publikasi ilmiah, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat diarahkan menuju pengembangan prototipe, produk, hingga aplikasi skala industri.

Semangat tersebut mendapat respons positif dari tim penguji yang melihat peluang pengembangan lebih lanjut dari biokomposit berbasis serat alam, khususnya dalam konteks kebutuhan material berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Dihadiri Tokoh Penting NTT

Ujian terbuka tersebut berlangsung dalam suasana istimewa. Selain dihadiri istri, keluarga, teman sejawat, dan kolega akademik, hadir pula sejumlah tokoh penting dari NTT.

Di antaranya Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT periode 2018–2023 yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, serta Yosef Lede, Bupati Kupang.

Kehadiran tokoh-tokoh tersebut memberikan makna tersendiri bagi pencapaian Kristomus, terutama karena penelitian yang dikembangkan memiliki hubungan erat dengan agenda pengembangan potensi sumber daya lokal NTT.

Bupati Kupang Dorong Penguatan Kemitraan dengan Undana

Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan apresiasi atas pencapaian akademik tertinggi yang diraih Kristomus.

Ia berharap hadirnya sumber daya manusia baru bergelar doktor tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Bupati juga menghimbau agar Universitas Nusa Cendana semakin memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Kupang, termasuk dalam pengembangan riset dan inovasi yang bersumber dari potensi lokal.

Menurutnya, doktor baru tidak seharusnya hanya menjadi capaian personal, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Rektor Undana: Riset Harus Semakin Berdampak

Harapan serupa disampaikan Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Jefri Bale yang dalam proses akademik tersebut juga berperan sebagai Ko-Promotor I.

Keberhasilan Kristomus diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem riset Undana agar semakin menghasilkan penelitian yang berdampak dan memiliki daya saing internasional.

Riset mengenai biokomposit serat lontar–PLA dinilai memiliki posisi strategis karena mempertemukan tiga aspek penting sekaligus, yakni potensi sumber daya lokal, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peluang hilirisasi.

Karena itu, hasil penelitian tersebut diharapkan terus dikembangkan melalui kolaborasi, pengembangan prototipe, perlindungan kekayaan intelektual, hingga kemungkinan industrialisasi.

Tujuan akhirnya bukan hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga menjadikan riset Undana semakin berdampak bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Undana di tingkat nasional dan internasional.

Tonggak Lahirnya Ilmuwan Baru Undana

Promosi doktor Kristomus Boimau pada akhirnya bukan sekadar seremoni akademik.

Momentum tersebut dapat dipandang sebagai salah satu tonggak lahirnya ilmuwan baru dari Undana yang membawa kekayaan lokal NTT ke dalam percakapan teknologi material masa depan.

Lontar selama ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat NTT. Namun melalui penelitian Kristomus, serat lontar mendapatkan perspektif baru sebagai sumber bahan baku material rekayasa yang dapat dikarakterisasi, direkayasa, diuji dan dikembangkan untuk aplikasi modern.

Inilah pesan terbesar dari perjalanan akademik Kristomus.

Bahwa sumber daya lokal tidak harus berhenti sebagai komoditas. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber daya tersebut dapat naik kelas menjadi material bernilai tambah tinggi.

Dengan menyelesaikan pendidikan doktor dalam tiga tahun, meraih IPK 3,91 dengan predikat Cum Laude, menghasilkan lima publikasi Scopus, serta mengembangkan biokomposit berbasis serat lontar NTT, Dr. Kristomus Boimau kini menjadi bagian dari generasi ilmuwan yang diharapkan mampu membawa penelitian dari laboratorium menuju prototipe, dari prototipe menuju industri, dan dari NTT menuju dunia.

Ujian terbuka 20 Agustus 2026 itu pun bukan akhir perjalanan.

Justru hari itu menjadi titik awal lahirnya sebuah perjalanan baru: seorang ilmuwan Undana yang menjadikan kekayaan alam NTT sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan material masa depan.

Dari lontar NTT, lahir inovasi. Dari Undana, menuju dunia.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NTTSatu.ID merupakan portal berita yang menyajikan informasi terkini, terpercaya, dan aktual seputar berbagai peristiwa penting di Nusa Tenggara Timur serta berbagai isu nasional yang menarik untuk diketahui masyarakat.

Berita Terbaru






Berita Populer

01

Kuasa Hukum Sebut Kades Fafinesu B Picu Pengeroyokan Tiga Pencari Madu di TTU

02

Mario Kebo: Tiga Pencari Madu Dihadang dan Dianiaya di Jalan, Bukan di Rumah Warga

03

Duka Mendalam atas Kepergian dr. Icha, Bupati TTU Dukung Keluarga Tempuh Jalur Hukum

04

Kuasa Hukum Naris Amleni Bantah Terlibat Intimidasi dr. Icha

05

Bupati TTU: Jika Terbukti Terlibat Penganiayaan, Kades Fafinesu B Akan Dicopot

× Advertisement
× Advertisement