GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah
Beranda » Berita » Tim Pertama Undana Menuju Flores, Hadirkan Bantuan dan Empati bagi Korban Gempa

Tim Pertama Undana Menuju Flores, Hadirkan Bantuan dan Empati bagi Korban Gempa

Ket: Kolase foto pelepasan tim kemanusiaan Undana ke wilayah Flores. (Ist)

NTTSatu.ID — Universitas Nusa Cendana (Undana) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores dengan memberangkatkan tim relawan ke wilayah bencana.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 menjadi duka bersama. Merespons kondisi tersebut, Undana melepas sebanyak 20 personel untuk menjalankan misi kemanusiaan sekaligus melakukan asesmen awal terhadap kondisi masyarakat di lokasi terdampak.

Pelepasan tim tersebut menjadi wujud nyata komitmen Undana untuk tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan dan rumah ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat ketika terjadi bencana.

Dalam sambutannya saat pelepasan tim, Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, M.Si., mengatakan bahwa musibah yang terjadi di Flores merupakan duka bersama yang harus direspons dengan kepedulian dan semangat gotong royong.

“Duka itu memang terjadi dan kita semua merasakannya. Dalam suasana bencana, kita harus saling bergandengan tangan. Apa pun kontribusi yang kita berikan untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah, akan sangat berarti,” ungkap Dr. Rudi, didampingi Wakil Rektor I, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, M. Si, di Lobi Rektorat Undana.

STIKes Nusantara Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Menurutnya, kehadiran Undana di lokasi bencana merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Kampus, kata dia, tidak boleh hanya berkutat pada kegiatan akademik, tetapi harus mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Undana sebagai lembaga pendidikan bukan hanya sebagai rumah ilmu pengetahuan. Kita juga harus turun langsung ke lapangan. Kita tidak ingin hanya berada di atas menara gading, tetapi bagaimana pengetahuan yang kita miliki dapat diaplikasikan dalam kehidupan bersama,” katanya.

Dr. Rudi menegaskan, keberangkatan tim Undana ke Flores tidak boleh dimaknai sebatas membawa bantuan. Lebih dari itu, tim diharapkan hadir dengan empati, melihat secara langsung kondisi para korban, serta memahami kebutuhan mereka.

Ia menyebut pengalaman di lapangan penting untuk menjadi bahan pembelajaran bagi sivitas akademika Undana, terutama dalam memahami penanganan dan mitigasi bencana.

“Belajar dari pengalaman, penanganan bencana bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga empati. Kita harus melihat secara langsung kondisi mereka sebagai korban,” ujarnya.

Polda NTT Tangkap Admin Akun TikTok Anonim Lika-Liku

Dr. Rudi juga mengingatkan bahwa Flores, NTT, maupun wilayah Indonesia pada umumnya merupakan kawasan yang memiliki potensi bencana. Karena itu, pengalaman menghadapi bencana harus menjadi pembelajaran bersama agar masyarakat dan institusi semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana di masa depan.

“Bencana alam ini perlu juga dilihat sebagai bagian dari pembelajaran. Kita tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung ke lapangan. Dari sana kita bisa belajar bagaimana mengantisipasi dan menghadapi bencana-bencana lain yang mungkin terjadi ke depan,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan tim Undana dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak sekaligus memperkuat solidaritas antara Undana dan masyarakat Flores.

Pembina Mapala Undana, Nixon Rammang, S.Hut., M.Si., dalam laporannya mengatakan, sebanyak 20 personel diberangkatkan dalam tahap pertama.

Menurut Nixon, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi agenda Mapala, tetapi merupakan aksi kemanusiaan Undana secara keseluruhan. Mapala hanya menjadi salah satu ujung tombak karena memiliki pengalaman dalam kegiatan lapangan dan penanganan kondisi darurat.

Warga Korban Gempa Flores Terima 4 Ton Beras dari KPA NTT

“Ini sebenarnya bukan hanya kegiatan Mapala. Ini aksi Undana. Kebetulan Mapala menjadi ujung tombak dalam penanganan karena beberapa kegiatan Mapala menjadi leader,” jelas Nixon.

Dari 20 personel yang diberangkatkan, sembilan orang berasal dari Mapala, enam orang menwa, dan sisanya merupakan unsur dosen.

Tim tersebut diberangkatkan menggunakan kendaraan dan membawa sejumlah bantuan berupa sembako serta perlengkapan pendukung lainnya yang telah dihimpun berdasarkan informasi mengenai kebutuhan masyarakat terdampak.

Nixon menjelaskan, tim gelombang pertama akan berada di Flores kurang lebih selama satu minggu. Fokus utama mereka adalah melakukan asesmen secara langsung terhadap kondisi di lapangan.

“Tim asesmen ini akan melihat kondisi lapangan secara riil dan memberikan laporan, baik secara tertulis maupun visual, kepada pimpinan di sini,” katanya.

Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar bagi Undana dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk kebutuhan yang harus diprioritaskan di lokasi terdampak.

Lebih lanjut, Nixon mengatakan keberangkatan 20 personel tersebut merupakan tahap awal. Setelah data dan informasi lapangan diperoleh, Undana akan menyiapkan gelombang kedua melalui program KKN Tematik.

Tim KKN Tematik nantinya akan berada di lokasi terdampak dalam waktu yang lebih panjang untuk mendukung proses pemulihan masyarakat.

Karena itu, tim pertama memiliki tugas penting untuk memetakan kebutuhan masyarakat secara akurat.

“Apa yang dibutuhkan, apa saja yang ada di sana, semuanya akan kita lihat dan kita siapkan informasinya. Jadi kita tidak berangkat kosong. Kita sudah membawa beberapa kebutuhan yang dihimpun berdasarkan berbagai informasi yang beredar,” jelas Nixon.

Ia berharap keberangkatan tim tersebut dapat menjadi langkah awal bagi keterlibatan Undana yang lebih luas dalam membantu masyarakat Flores pascabencana.

Keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan tersebut juga menjadi bagian penting dari aksi Undana.

Banyak mahasiswa Undana berasal dari Flores. Karena itu, keberangkatan tim bukan hanya bentuk kepedulian institusi, tetapi juga menjadi wujud solidaritas mahasiswa terhadap keluarga, sahabat, dan masyarakat di daerah asal mereka yang sedang menghadapi bencana.

“Kami sebagai mahasiswa Undana juga merasa menjadi bagian dari Flores. Banyak mahasiswa kami berasal dari sana. Karena itu, kami berangkat untuk membantu saudara-saudara kami di Flores,” ungkap Vento Taneo, perwakilan Menwa.

Ia mengatakan, bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan moral agar para korban memiliki semangat untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan.

“Kami ingin membantu proses pemulihan, agar teman-teman kami di sana bisa kembali memiliki semangat untuk pulih dari kondisi duka ini dan kembali beraktivitas serta belajar bersama kami di Undana,” katanya.

Melalui misi kemanusiaan tersebut, Undana ingin memastikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui tindakan nyata.

Bagi Undana, bencana Flores menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, membangun empati, sekaligus menjadikan pengalaman di lapangan sebagai pembelajaran penting dalam menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

Undana hadir untuk Flores—bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa kepedulian, ilmu pengetahuan, empati, dan harapan agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan pulih.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NTTSatu.ID merupakan portal berita yang menyajikan informasi terkini, terpercaya, dan aktual seputar berbagai peristiwa penting di Nusa Tenggara Timur serta berbagai isu nasional yang menarik untuk diketahui masyarakat.

Berita Terbaru






Berita Populer

01

Kuasa Hukum Sebut Kades Fafinesu B Picu Pengeroyokan Tiga Pencari Madu di TTU

02

Mario Kebo: Tiga Pencari Madu Dihadang dan Dianiaya di Jalan, Bukan di Rumah Warga

03

Duka Mendalam atas Kepergian dr. Icha, Bupati TTU Dukung Keluarga Tempuh Jalur Hukum

04

Kuasa Hukum Naris Amleni Bantah Terlibat Intimidasi dr. Icha

05

Bupati TTU: Jika Terbukti Terlibat Penganiayaan, Kades Fafinesu B Akan Dicopot

× Advertisement
× Advertisement