NTTSatu.ID- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menambah penyertaan modal sebesar Rp30 miliar ke Bank NTT dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan RUPS Luar Biasa yang berlangsung di Aula Fernandes Lantai 4 Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/5/2026).
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Emanuel Melkiades Laka Lena usai memimpin forum bersama para bupati dan wali kota se-NTT selaku pemegang saham Bank NTT.
Selain Pemerintah Provinsi NTT, tambahan penyertaan modal juga diberikan Pemerintah Kabupaten Malaka sebesar Rp5 miliar dan Pemerintah Kabupaten Alor sebesar Rp3 miliar.
Melki mengatakan tambahan modal itu menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat Bank NTT agar semakin mampu mendukung pembangunan ekonomi masyarakat dan pelayanan publik di daerah.
“Semua kepala daerah berkomitmen bersama membesarkan Bank NTT agar semakin berkontribusi memberikan pelayanan bagi masyarakat di berbagai bidang,” kata Melki usai RUPS.
Selain membahas tambahan modal, RUPS juga memutuskan perubahan struktur pengurus Bank NTT. Jumlah direksi dikurangi dari tujuh orang menjadi lima orang, sedangkan komisaris dari lima orang menjadi tiga orang sesuai rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan.
Dalam keputusan tersebut, Kris Adu diberhentikan dengan hormat dari jabatan Direktur Kepatuhan Bank NTT.
Posisi Direktur Kepatuhan selanjutnya diisi oleh Revi yang berasal dari Bank Jatim setelah dinyatakan lolos proses penilaian dari OJK.
Pelantikan dijadwalkan akan berlangsung pada Selasa 25 Mei 2026 sore.
RUPS juga menyepakati pengusulan Rita Wuisan sebagai calon komisaris independen Bank NTT menggantikan calon sebelumnya yang tidak memperoleh persetujuan dari OJK.
Selain perubahan pengurus, RUPS turut menyepakati perubahan status perusahaan dari PT Bank NTT menjadi Bank NTT Perseroda sesuai rekomendasi Kementerian Dalam Negeri dan hasil konsultasi bersama DPRD Provinsi NTT.
Dalam forum tersebut, pemegang saham juga membuka peluang penyertaan modal non tunai berupa aset tanah guna mendukung pengembangan Bank NTT ke depan.
Di sektor bisnis, Bank NTT menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar yang akan difokuskan untuk mendukung pekerja migran Indonesia asal NTT dan pelaku usaha mikro kecil menengah di berbagai daerah. (*)



Komentar