GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Tim Asesor LAMDIK Visitasi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana

Tim Asesor LAMDIK Visitasi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana

Ket: Foto bersama pimpinan kampus, pimpinan fakultas, para dosen dan Tim Asesor LAMDIK. (NTTSatu)

NTTSatu.ID – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris jenjang Sarjana (S1), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana), menjalani asesmen lapangan akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).

Asesmen lapangan tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 8-9 September 2026, di lingkungan FKIP Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana dalam mengukur kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus melakukan evaluasi dan pembenahan menuju peningkatan mutu serta pencapaian akreditasi terbaik.

Dua asesor LAMDIK yang hadir dalam asesmen lapangan tersebut adalah Prof. Dr. Nurdin Noni, M.Hum dari Universitas Negeri Makassar dan H. Mokhamad Syaifudin, M.Ed., Ph.D. dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Rektor I Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., Dekan FKIP Undana Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., Wakil Dekan I FKIP Dr. Damianus D. Samo, M.Pd., Wakil Dekan II Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si., Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Jermy Imanuel Balukh, S.S., M.Hum., Ph.D., para kepala subbagian, serta dosen dan sivitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

PKM FEB Undana Dorong Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga Nelayan di Desa Bolok

Wakil Rektor I Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., secara resmi membuka kegiatan asesmen lapangan tersebut.

Dalam sambutannya, Prof. Annytha menyampaikan selamat datang kepada kedua asesor LAMDIK di Universitas Nusa Cendana.

Ia mengatakan asesmen lapangan merupakan tahapan penting dalam proses peningkatan mutu perguruan tinggi dan tidak seharusnya dipandang sebagai proses untuk menghakimi sebuah program studi.

Menurutnya, kehadiran asesor justru menjadi kesempatan bagi institusi untuk melihat kembali berbagai capaian yang telah diraih sekaligus mengidentifikasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

“Atas nama pimpinan Universitas Nusa Cendana, kami menyampaikan selamat datang kepada Bapak Profesor dan Bapak Doktor. Kehadiran Bapak berdua tentu menjadi sebuah kehormatan bagi kami sekaligus kesempatan untuk belajar bersama,” kata Prof. Annytha.

Bahasa sebagai Kekerasan: Perspektif Linguistik dalam Perkara dr. Icha Pakaenoni

Ia menjelaskan, Undana saat ini terus melakukan berbagai langkah penguatan kualitas akademik dan kelembagaan.

Universitas Nusa Cendana, kata dia, baru saja merayakan Dies Natalis ke-64 beberapa hari sebelumnya. Selama enam dekade lebih perjalanan akademiknya, Undana terus berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi terbesar di kawasan Nusa Tenggara Timur.

Saat ini Undana memiliki sekitar 35 ribu mahasiswa dengan puluhan program studi pada berbagai jenjang pendidikan.

“Undana saat ini memiliki sekitar 74 program studi. Dari jumlah tersebut, 24 program studi telah memperoleh akreditasi unggul,” ungkapnya.

Prof. Annytha mengatakan, Undana menargetkan dalam satu hingga dua tahun ke depan sedikitnya setengah dari seluruh program studi yang ada dapat meraih akreditasi unggul.

Alumni Tantang BEM IAKN Kupang Bersikap: Dulu Aksi Berjilid soal Kata “Binatang”, Kini Rektor Diduga Dimaki Malah Diam

Karena itu, proses asesmen yang sedang dijalani Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana memiliki arti penting dalam mendukung target peningkatan mutu universitas.

“Harapan kami tahun ini atau satu hingga dua tahun ke depan, minimal setengah dari program studi yang ada di Undana sudah berakreditasi unggul. Salah satu harapan kami tentunya juga berada pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris,” ujarnya.

Selain memperkuat kualitas program studi yang telah ada, Undana juga terus melakukan pengembangan berbagai program pendidikan baru.

Prof. Annytha menyebut sejumlah program studi baru sedang dipersiapkan, baik pada jenjang magister, doktor maupun pendidikan spesialis.

Salah satunya adalah rencana pembukaan Program Magister Teknologi Pendidikan yang tengah dipersiapkan.

Undana juga terus memperkuat pendidikan profesi dan membuka peluang pengembangan jalur pendidikan yang lebih terintegrasi.

Dalam kaitannya dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Prof. Annytha mengungkapkan bahwa program tersebut termasuk salah satu bidang yang memiliki peminat cukup tinggi dalam penerimaan mahasiswa baru.

Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan Bahasa Inggris masih memiliki daya tarik kuat dan relevansi tinggi di tengah perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.

“Minat terhadap Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris masih cukup tinggi. Ini tentu menjadi potensi besar yang harus terus didukung dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan kualitas lulusan,” katanya.

Dalam sambutannya, Prof. Annytha secara khusus menekankan pentingnya membangun cara pandang yang positif terhadap proses akreditasi.

Ia mengingatkan seluruh sivitas akademika agar tidak melihat asesmen sebagai proses antara pihak yang menghakimi dan pihak yang dihakimi.

Sebaliknya, akreditasi harus menjadi momentum refleksi dan pembelajaran bersama.

“Akreditasi ini adalah momentum untuk berbenah. Bukan sekadar proses antara hakim dan terdakwa. Yang lebih penting adalah bagaimana kita belajar dan melakukan perbaikan,” tegasnya.

Menurutnya, melalui asesmen lapangan, perguruan tinggi diberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap mutu pendidikan yang telah diselenggarakan.

Berbagai aspek dapat ditinjau kembali, mulai dari tata kelola, kurikulum, sumber daya manusia, proses pembelajaran hingga relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami meyakini proses ini sebagai kesempatan untuk melihat kembali mutu yang kami miliki dan relevansi lulusan kami. Apakah sudah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan dan transparansi selama proses asesmen berlangsung.

Seluruh dokumen, data dan informasi yang disampaikan kepada asesor harus menggambarkan kondisi nyata program studi.

“Penilaian terhadap borang dan dokumen tentu merupakan bagian dari proses. Namun bagi kami, ini juga merupakan bagian dari komitmen untuk membangun transparansi dan budaya mutu,” ujarnya.

Prof. Annytha berharap seluruh rangkaian asesmen lapangan dapat berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

“Kita semua harus menyukseskan proses ini karena akreditasi merupakan bagian dari tugas bersama untuk memastikan mutu penyelenggaraan pendidikan di program studi berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FKIP Undana, Prof. Malkisedek Taneo, mengatakan pihaknya menyambut kehadiran Tim Asesor LAMDIK sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan institusi.

Menurut Prof. Taneo, asesmen lapangan tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang menegangkan ataupun menakutkan.

Sebaliknya, proses tersebut harus menjadi kesempatan bagi program studi dan fakultas untuk mengetahui secara objektif berbagai kekurangan dan kelemahan yang masih perlu diperbaiki.

“Kehadiran para asesor yang ditugaskan oleh LAMDIK kami pahami sebagai bagian dari proses untuk kami belajar dan berkembang,” ujar Prof. Taneo.

Ia menegaskan bahwa akreditasi bukanlah proses antara hakim dan terdakwa.

Akreditasi merupakan mekanisme evaluasi mutu yang memberikan ruang bagi institusi untuk menerima masukan demi pengembangan yang lebih baik.

“Akreditasi bukan soal hakim dan terdakwa. Ini adalah bagian dari proses agar kita diberitahu di mana kekurangan kita, di mana kelemahan kita dan apa yang harus kita perbaiki,” katanya.

Prof. Taneo mengajak seluruh sivitas akademika FKIP Undana untuk membuka diri terhadap seluruh masukan yang akan diberikan oleh tim asesor.

Menurutnya, kritik dan rekomendasi yang diperoleh selama proses asesmen harus dipandang sebagai modal untuk membangun masa depan program studi.

“Saya sangat percaya bahwa para asesor yang hadir bukan sebagai pihak yang datang untuk menghakimi. Mereka hadir untuk membantu kita, memberitahu kita dan memberikan arah bagi kita untuk melakukan perbaikan,” tegasnya.

Ia berharap proses asesmen lapangan selama dua hari tersebut dapat berlangsung dalam suasana yang penuh sukacita, terbuka dan membangun.

“Karena itu, mari kita jalani proses dua hari ini dengan sukacita. Jangan menjadikan proses ini sebagai beban. Kita berada di rumah kita sendiri dan mari kita mengikuti seluruh proses ini dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Taneo juga memaparkan perkembangan FKIP Undana yang terus melakukan pengembangan program studi.

FKIP Undana saat ini terus memperluas pilihan pendidikan bagi masyarakat melalui pembukaan sejumlah program studi baru.

Dua program studi Sarjana baru telah memperoleh izin pembukaan, yakni bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Pendidikan Seni Pertunjukan.

Namun kedua program studi tersebut masih dalam tahap persiapan sebelum menerima mahasiswa baru.

Selain itu, FKIP Undana juga terus melakukan penguatan terhadap program-program studi yang telah berjalan, termasuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pengembangan kurikulum, penelitian dan pelayanan kepada mahasiswa.

Prof. Taneo berharap asesmen lapangan yang dilakukan LAMDIK tidak hanya menghasilkan capaian akreditasi yang baik, tetapi juga memberikan rekomendasi konstruktif bagi pengembangan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di masa depan.

Ia mengajak seluruh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa untuk menjadikan asesmen sebagai tanggung jawab bersama.

“Saya berharap seluruh unsur dapat mengikuti dan mendukung proses ini hingga selesai. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di FKIP Undana,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan asesmen lapangan, Tim Asesor LAMDIK akan melakukan penilaian dan verifikasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana.

Penilaian mencakup tata kelola dan kepemimpinan, kualitas sumber daya manusia, kurikulum dan proses pembelajaran, sarana dan prasarana, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, prestasi mahasiswa, kualitas lulusan serta luaran tridharma perguruan tinggi.

Tim asesor juga akan melakukan klarifikasi terhadap dokumen-dokumen yang sebelumnya telah disampaikan oleh program studi.

Selain verifikasi dokumen, asesmen lapangan menjadi kesempatan bagi asesor untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi akademik dan tata kelola Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana.

Proses tersebut juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pimpinan universitas, pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa hingga alumni dan pengguna lulusan.

Bagi Universitas Nusa Cendana, pelaksanaan asesmen lapangan ini merupakan bagian dari komitmen besar dalam membangun budaya mutu di seluruh lini perguruan tinggi.

Target peningkatan jumlah program studi berakreditasi unggul menjadi salah satu agenda penting Undana dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur.

Melalui asesmen lapangan LAMDIK ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana diharapkan tidak hanya mampu memperoleh hasil akreditasi terbaik, tetapi juga semakin memperkuat kualitas akademik dan relevansi lulusannya.

Lebih dari sekadar penilaian administratif, proses asesmen selama dua hari tersebut menjadi ruang refleksi bagi seluruh sivitas akademika untuk melihat perjalanan program studi, mengevaluasi kekurangan serta menyusun langkah perbaikan menuju masa depan.

Dengan semangat keterbukaan dan komitmen terhadap peningkatan mutu, FKIP Undana optimistis Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik Bahasa Inggris, yang berkualitas, kompetitif dan mampu menjawab tantangan pendidikan di tingkat regional, nasional maupun global.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement