GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Ekonomi Pendidikan
Beranda » Berita » PKM FEB Undana Dorong Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga Nelayan di Desa Bolok

PKM FEB Undana Dorong Kemandirian Ekonomi Ibu Rumah Tangga Nelayan di Desa Bolok

Ket: Kolase foto kegiatan PKM FEB Undana di Bolok. (NTTSatu)

NTTSatu.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). 

Kali ini, tim dosen Jurusan Akuntansi FEB Undana hadir di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, untuk melatih ibu-ibu rumah tangga nelayan mengolah ikan menjadi produk pangan bergizi sekaligus bernilai ekonomi.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Agustus 2026 tersebut mengusung tema “BINAR: Berdaya Ikan Nelayan untuk Ketahanan Pangan dan Gizi Rakyat”.

Program ini dipimpin oleh Maria Immaculata Bahantwelu, S.E., M.Si., selaku Ketua Tim, bersama anggota tim Novising Dewi Astuti, S.Ak., M.Ak., dan Dr. Markus A.K.B. Hallan, S.E., M.Si., M.Acc., Ak.

Melalui program BINAR, Tim PKM FEB Undana memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga nelayan untuk mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk pangan inovatif berupa Bakso Ikan BINAR dan Kaki Naga Ikan BINAR. Kedua produk tersebut dinilai memiliki kandungan gizi tinggi, digemari berbagai kalangan usia, serta memiliki peluang pasar yang menjanjikan.

Tim Asesor LAMDIK Visitasi Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Undana

Desa Bolok memiliki potensi sumber daya laut yang cukup besar. Namun selama ini, sebagian besar hasil tangkapan nelayan masih dijual dalam bentuk ikan segar dengan nilai ekonomi yang relatif terbatas.

Melihat kondisi tersebut, Tim PKM FEB Undana menggagas program BINAR sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga nelayan.

Ikan yang sebelumnya hanya dijual secara langsung kini dapat diolah menjadi produk makanan bernilai tambah. Selain memiliki potensi keuntungan yang lebih besar, produk olahan tersebut juga dapat menjadi alternatif pangan bergizi bagi keluarga dan masyarakat.

Program ini secara khusus menyasar ibu rumah tangga nelayan sebagai agen perubahan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat pesisir.

Ketua Tim PKM BINAR Undana berharap pelatihan tersebut dapat membuka peluang usaha baru bagi para ibu rumah tangga di Desa Bolok.

Bahasa sebagai Kekerasan: Perspektif Linguistik dalam Perkara dr. Icha Pakaenoni

Melalui keterampilan yang diberikan, para peserta diharapkan tidak hanya bergantung pada pendapatan dari hasil tangkapan ikan yang dijual dalam kondisi mentah, tetapi mampu mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan secara mandiri.

“Dengan pelatihan ini, kami berharap ibu-ibu di Desa Bolok tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan suami yang dijual mentah. Mereka kini mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang bisa dipasarkan dan menjadi sumber pendapatan tambahan yang nyata bagi keluarga,” ujar Ketua Tim PKM BINAR Undana.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari tim PKM dan narasumber berpengalaman.

Pelatihan dimulai dari pemilihan bahan baku ikan berkualitas, teknik pengolahan ikan, pengolahan bumbu, hingga proses pengemasan produk agar layak dipasarkan dan memiliki daya simpan yang baik.

Antusiasme para peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu rumah tangga aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan dan mempraktikkan secara langsung proses pembuatan bakso ikan dan kaki naga.

Alumni Tantang BEM IAKN Kupang Bersikap: Dulu Aksi Berjilid soal Kata “Binatang”, Kini Rektor Diduga Dimaki Malah Diam

Semangat peserta mencerminkan besarnya harapan untuk memiliki keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Tidak hanya berhenti pada pelatihan, Tim PKM Undana juga menyiapkan langkah keberlanjutan program.

Salah satu upaya yang didorong adalah pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan para peserta pelatihan. Kelompok tersebut diharapkan menjadi wadah bagi ibu-ibu rumah tangga nelayan untuk memproduksi dan memasarkan produk secara kolektif.

Dengan adanya kelompok usaha, produk BINAR diharapkan tetap diproduksi secara berkelanjutan meskipun program pengabdian telah selesai.

Produk Bakso Ikan BINAR dan Kaki Naga Ikan BINAR juga telah dilengkapi dengan kemasan dan label yang menarik sebagai persiapan untuk memasuki pasar lokal.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat identitas usaha masyarakat Desa Bolok.

Program BINAR menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi akademisi Universitas Nusa Cendana dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait ketahanan pangan, perbaikan gizi keluarga, dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.

Dengan memanfaatkan potensi sumber daya laut lokal, masyarakat tidak hanya didorong untuk menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Tim PKM FEB Undana berharap keterampilan pengolahan ikan yang diberikan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Desa Bolok.

Selain meningkatkan kualitas konsumsi pangan dan gizi keluarga nelayan, program tersebut juga diharapkan mampu membuka ruang bagi tumbuhnya usaha-usaha mikro berbasis potensi lokal.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, potensi hasil laut yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.

Program BINAR pun diharapkan menjadi langkah awal menuju masyarakat pesisir yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga nelayan di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement