GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Inovasi Hijau di Tanah Marapu, Tim Teknik Mesin FST Undana Hadirkan Irigasi Tetes Berbasis Panel Surya bagi Petani Palanggai

Inovasi Hijau di Tanah Marapu, Tim Teknik Mesin FST Undana Hadirkan Irigasi Tetes Berbasis Panel Surya bagi Petani Palanggai

Ket: Kolase foto kegiatan PKM Berdampak FST Undana di Desa Palanggai, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur. (Alberto)

NTTSatu.ID – Keterbatasan air menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani hortikultura di Desa Palanggai, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur.

Kondisi tersebut semakin terasa saat musim kemarau dan berpotensi menurunkan produktivitas tanaman hingga menyebabkan gagal panen.

Menjawab persoalan tersebut, tim akademisi Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa Sistem Irigasi Tetes (SIT) terintegrasi panel surya dan pompa DC.

Program yang mulai dilaksanakan sejak 5 dan 6 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari skema pemberdayaan masyarakat desa binaan.

Teknologi tersebut diterapkan untuk membantu petani mengelola air secara lebih efisien sekaligus memanfaatkan potensi energi matahari yang melimpah di wilayah Sumba Timur.

Sengketa Tanah di Oelnasi Berakhir Damai, BPN Nyatakan Kasus Selesai dan Berkas Ditindaklanjuti

Tim pengabdi dipimpin oleh Ir. Ben Vasco Tarigan, S.T., M.M., dengan anggota Yeremias M. Pell, S.T., M.Eng. dan Jemssy Ronald Rohi, S.T., M.Eng.

Kehadiran tim FST Undana mendapat sambutan antusias dari Kepala Desa Palanggai, Umbu Ndiki Njurumay, bersama kelompok tani tanaman hortikultura yang menjadi mitra utama program.

Penerapan sistem irigasi tetes tersebut dilakukan setelah tim Undana melakukan observasi terhadap kondisi pertanian masyarakat.

Sistem irigasi konvensional yang selama ini digunakan dinilai belum mampu mengatasi persoalan keterbatasan air secara optimal.

Akibatnya, produktivitas tanaman hortikultura masyarakat cenderung menurun ketika ketersediaan air berkurang.

IAKN Kupang Sambut 1.221 Mahasiswa Baru, Siapkan Generasi Berintegritas dan Berdampak bagi Masyarakat

Bahkan, sejumlah lahan yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lahan produktif belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Ketua Tim Pengabdi, Ir. Ben Vasco Tarigan, mengatakan teknologi yang diterapkan dirancang secara khusus untuk menjawab persoalan tersebut.

“Teknologi Sistem Irigasi Tetes yang terintegrasi dengan panel surya dan pompa DC ini kami rancang untuk mendistribusikan air secara presisi langsung ke zona akar tanaman,” ujar Ben.

Menurutnya, teknologi tersebut memiliki dua manfaat utama, yakni efisiensi penggunaan air dan pemanfaatan energi terbarukan.

Air dialirkan secara langsung ke area perakaran tanaman sehingga penggunaannya dapat dikendalikan sesuai kebutuhan. Sementara panel surya dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk mengoperasikan pompa DC.


Yudisium FKIP Undana, 826 Mahasiswa Resmi Menyandang Gelar dan Siap Mengabdi

“Melalui pemanfaatan energi hijau matahari yang sangat melimpah di Sumba Timur, kami menargetkan lahan-lahan tidur yang selama ini kering dapat bertransformasi menjadi lahan produktif untuk budidaya sayuran harian,” jelasnya.

Pemanfaatan energi matahari juga diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional petani karena sistem tidak sepenuhnya bergantung pada sumber energi konvensional.

Program FST Undana ini tidak hanya berfokus pada pemasangan teknologi. Tim juga memberikan pendampingan dan pelatihan kepada kelompok tani agar masyarakat mampu mengoperasikan, merawat, serta mengembangkan sistem tersebut secara mandiri.

Pendampingan dilakukan melalui penguatan pengetahuan terkait teknis budidaya, manajemen kelompok tani hingga pengelolaan hasil setelah panen.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari program karena keberadaan teknologi akan memberikan dampak maksimal apabila diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengelolanya.

“Kami optimis, sinergi antara penerapan mekanisasi irigasi dan pelatihan manajemen kelompok tani—mulai dari teknis budidaya hingga pascapanen—akan mampu mendongkrak pendapatan petani secara signifikan hingga 28 persen,” kata Ben.

Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui peningkatan produktivitas tanaman, efisiensi penggunaan air, pengurangan biaya operasional serta pengelolaan hasil pertanian yang lebih baik.

Kepala Desa Palanggai, Umbu Ndiki Njurumay, menyambut baik kehadiran tim akademisi Undana dan teknologi yang diterapkan di wilayahnya.

Ia mengatakan, persoalan air selama ini menjadi salah satu kendala paling serius yang dihadapi petani, terutama dalam mempertahankan produktivitas kebun saat musim kemarau.

“Masalah ketersediaan air selalu menjadi kendala utama yang membuat produktivitas kebun warga kami menurun tajam. Bantuan teknologi irigasi tenaga surya dan pelatihan dari Bapak-bapak Dosen Teknik Mesin Undana ini adalah jawaban atas doa para petani kami,” ungkap Umbu Ndiki.

Ia berharap kelompok tani dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik dan memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi yang telah dibangun.

“Kami sangat bersyukur. Harapan kami, kelompok tani bisa mengelola dan menjaga sistem irigasi ini dengan baik, sehingga roda ekonomi desa terus berputar dan kesejahteraan masyarakat Desa Palanggai benar-benar meningkat,” ujarnya.

Program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan FST Undana tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai solusi terhadap persoalan air. Lebih jauh, teknologi irigasi tetes berbasis energi surya diharapkan menjadi penggerak baru bagi pengembangan pertanian dan ekonomi masyarakat Desa Palanggai.

Ketersediaan air yang lebih terukur memungkinkan petani mengembangkan budidaya berbagai tanaman hortikultura secara lebih konsisten. Lahan yang sebelumnya kurang produktif juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian yang menghasilkan.

Pada saat yang sama, peningkatan kapasitas petani dalam aspek budidaya dan pascapanen dapat membuka peluang pengembangan usaha berbasis hasil pertanian desa.

Dengan demikian, integrasi antara teknologi irigasi, energi terbarukan dan pemberdayaan sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertanian yang lebih adaptif terhadap kondisi lahan kering.

Bagi FST Undana, program di Desa Palanggai juga menjadi bentuk nyata penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Rekayasa teknologi tidak hanya ditempatkan di ruang akademik, tetapi dibawa langsung ke tengah masyarakat untuk menghasilkan solusi yang dapat digunakan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Di tengah tantangan iklim dan keterbatasan sumber daya air, inovasi irigasi tetes berbasis panel surya ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghijaukan lahan-lahan kering di Tanah Marapu, meningkatkan produktivitas petani, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat Desa Palanggai.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement