GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah Pendidikan
Beranda » Berita » Dinamika dan Sorotan Tak Surutkan Minat, IAKN Kupang Catat Lonjakan Penerimaan Mahasiswa Baru 

Dinamika dan Sorotan Tak Surutkan Minat, IAKN Kupang Catat Lonjakan Penerimaan Mahasiswa Baru 

Ket: Kolase foto para Pimpinan IAKN Kupang dan Mahasiswa Baru. (Alberto)

NTTSatu.ID – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menyambut sebanyak 1.221 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026. Jumlah tersebut menjadi catatan penting bagi IAKN Kupang karena menunjukkan peningkatan animo masyarakat sekaligus kepercayaan terhadap perguruan tinggi keagamaan negeri tersebut.

Penyambutan mahasiswa baru ditandai dengan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IAKN Kupang Tahun 2026 yang berlangsung pada 27–29 Agustus 2026.

Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th., saat ditemui di Perpustakaan IAKN Kupang, Jumat (28/8/2026), mengatakan peningkatan jumlah mahasiswa baru merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan secara terencana, mulai dari sistem penerimaan, sosialisasi kelembagaan hingga penguatan informasi publik.

Menurutnya, IAKN Kupang terus berkomitmen menghadirkan sistem akademik dan rekrutmen mahasiswa yang semakin baik agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memastikan kualitas calon mahasiswa sejak awal proses penerimaan.

“Dari capaian PMB tahun lalu ada peningkatan. Tahun lalu yang diterima sekitar 955 mahasiswa, sementara tahun ini mencapai 1.221 mahasiswa. Kalau dihitung, peningkatannya hampir 20 persen,” ujar I Made Suardana.

PKKMB Pascasarjana IAKN Kupang Perkuat Fondasi Akademik Mahasiswa Magister PAK dan Doktor Teologi

Ia menjelaskan, tingginya jumlah mahasiswa yang diterima tahun ini tidak terlepas dari tingginya animo masyarakat untuk menempuh pendidikan di IAKN Kupang, khususnya pada bidang ilmu keagamaan.

Berdasarkan data internal yang disampaikan Rektor, animo calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di IAKN Kupang mencapai lebih dari 1.600 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.300-an calon mahasiswa tercatat aktif dalam sistem pendaftaran. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi, sebanyak 1.221 mahasiswa dinyatakan lulus dan mengikuti PKKMB.

Proses penerimaan tersebut, kata Rektor, dilakukan melalui sejumlah tahapan yang dirancang secara prosedural. Calon mahasiswa terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan finalisasi data, kemudian mengikuti Computer Based Test (CBT), tes wawancara serta tes pembidaangan sebelum akhirnya ditetapkan sebagai mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

“Ini melalui seleksi yang kita yakini sesuai dengan tuntutan seleksi yang prosedural. Semua tahapan dilewati, mulai dari pendaftaran, finalisasi data, tes CBT, wawancara sampai tes pembinaan. Dari proses itu kemudian didapatkan kelayakan mahasiswa,” jelasnya.

Selain kualitas pendidikan dan sistem penerimaan, keterjangkauan biaya kuliah disebut menjadi salah satu faktor yang membuat IAKN Kupang tetap diminati masyarakat.

Pendidikan Fisika Undana Manfaatkan AI untuk Perkuat Literasi dan Numerasi Siswa SMA Negeri 9 Kupang

Rektor I Made Suardana menjelaskan, untuk Tahun Akademik 2026, sekitar 80 persen mahasiswa masih memperoleh kategori Uang Kuliah Tunggal (UKT) terendah. Untuk jenjang S1, UKT terendah berada pada kisaran Rp900 ribu per semester.

Sementara itu, mahasiswa lainnya terbagi dalam kategori UKT berikutnya, yakni sekitar Rp1,2 juta dan Rp1,5 juta per semester.

Menurutnya, besaran tersebut masih relatif terjangkau karena dengan sistem UKT, mahasiswa tidak lagi dibebankan berbagai biaya kuliah lainnya selama menjalani proses pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita sekarang memadukan biaya-biaya kuliah untuk 2026. Sekitar 80 persen berdasarkan SK UKT mendapatkan biaya terendah untuk S1, yaitu Rp900 ribu per semester. Sisanya masuk kategori Rp1,2 juta dan Rp1,5 juta,” katanya.

Kebijakan biaya kuliah tersebut dinilai penting mengingat mahasiswa IAKN Kupang berasal dari berbagai wilayah dengan latar belakang ekonomi yang beragam. Mahasiswa tidak hanya berasal dari Kota Kupang dan wilayah daratan Timor, tetapi juga dari Sumba, Rote, Flores, bahkan Papua.

Usai Ditetapkan sebagai Tersangka, Tiga Anggota DPRD TTU Dipanggil Polda NTT Senin

Karena itu, IAKN Kupang terus berupaya memperluas akses beasiswa agar semakin banyak mahasiswa memperoleh dukungan pembiayaan selama menempuh pendidikan.

Untuk tahun ini, IAKN Kupang memiliki 400 kuota beasiswa KIP, sementara beasiswa PPA juga dipersiapkan dengan jumlah yang diperkirakan tidak kurang dari 150 penerima.

Namun, Rektor menilai jumlah tersebut belum cukup untuk menjangkau seluruh mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan. Dari total 1.221 mahasiswa baru, apabila hanya mengandalkan KIP, penerima beasiswa baru mencakup sebagian kecil dari keseluruhan mahasiswa.

Karena itu, IAKN Kupang tengah menggagas berbagai skema beasiswa tambahan, salah satunya Beasiswa Kemitraan Strategis.

Melalui skema tersebut, mitra-mitra strategis IAKN Kupang akan memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu membiayai mahasiswa.

Bentuk dukungannya dapat disesuaikan dengan komitmen masing-masing mitra, baik berupa pembiayaan penuh maupun bantuan biaya kuliah.

“Kita sedang menggagas dan sudah berjalan beasiswa kemitraan strategis. Mitra-mitra IAKN Kupang melalui program CSR memberikan dukungan untuk membiayai mahasiswa sesuai pedoman dan juknis yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

IAKN Kupang juga terus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Dukungan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Kupang dan Pemerintah Kota Kupang akan terus didorong, termasuk rencana untuk membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTT melalui skema beasiswa pemerintah daerah.

Tidak berhenti di situ, IAKN Kupang juga tengah menggagas program Beasiswa Orang Tua Asuh.

Program tersebut akan melibatkan dosen maupun pihak lain yang bersedia menjadi orang tua asuh bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan. Menurut Rektor, selama ini sudah ada sejumlah dosen yang secara pribadi membantu membiayai keponakan, saudara, maupun keluarga mahasiswa yang berkuliah di IAKN Kupang.

Praktik tersebut, kata Rektor I Made Suardana, akan dikembangkan menjadi sebuah skema yang lebih terstruktur sehingga dukungan pembiayaan kepada mahasiswa dapat diperluas.

Peningkatan penerimaan mahasiswa baru juga menjadi tantangan tersendiri bagi IAKN Kupang. I Made Suardana menyebut persaingan dalam merekrut calon mahasiswa di NTT semakin tinggi karena terdapat sekitar 60 perguruan tinggi yang menawarkan berbagai program studi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Di tengah persaingan tersebut, perguruan tinggi keagamaan harus mampu menunjukkan keunggulan sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai prospek lulusan.

Ia mengakui ruang kerja lulusan perguruan tinggi keagamaan selama ini banyak berkaitan dengan bidang keagamaan, seperti pelayanan gereja, penyuluhan, pendidikan dan profesi guru agama maupun peran sebagai motivator di tengah masyarakat.

Namun, tingginya animo mahasiswa menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap lulusan IAKN Kupang masih besar.

“Ruang lingkup dunia kerjanya mungkin terlihat tidak terlalu luas, tetapi ternyata animo masyarakat di Nusa Tenggara Timur sangat tinggi. Salah satu faktornya karena IAKN Kupang masih memberikan kesempatan kuliah dengan biaya yang terjangkau,” jelasnya.

Menjawab berbagai dinamika dan informasi yang berkembang mengenai IAKN Kupang, pihak kampus memilih untuk terus memperkuat kinerja serta komunikasi publik.

Rektor mengatakan dinamika perguruan tinggi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Karena itu, yang terpenting adalah memastikan seluruh unsur kampus bekerja secara maksimal dan menghadirkan berbagai capaian positif yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kita bekerja, memastikan dan memaksimalkan seluruh daya dukung yang ada. Seluruh tim harus bekerja maksimal sehingga publik melihat, membaca dan menilai hal-hal yang positif,” tegasnya.

Bagi I Made Suardana, masyarakat saat ini semakin kritis dalam menerima informasi. Publik tidak lagi hanya menerima sebuah informasi secara mentah, tetapi mampu membaca data, membandingkan dan menilai berbagai informasi yang beredar.

Karena itu, IAKN Kupang terus memperkuat informasi publik melalui media sosial, PPID serta berbagai saluran komunikasi langsung kepada masyarakat.

Dinamika yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi, menurutnya, tidak selalu harus dilihat dari sisi negatif. Jika dikelola secara baik, dinamika tersebut justru dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan lembaga kepada publik sekaligus mendorong pembenahan internal.

“Publik sekarang sudah pintar. Publik sudah tahu membaca data dan mencerna informasi. Karena itu, dari dinamika yang ada, kita harus membangun kolaborasi dan memastikan lembaga terus bergerak ke arah yang positif,” katanya.

Dengan diterimanya 1.221 mahasiswa baru, IAKN Kupang kini menghadapi tugas berikutnya, yakni memastikan mahasiswa tidak hanya berhasil masuk perguruan tinggi, tetapi juga mendapatkan pendidikan berkualitas, pembinaan karakter, dukungan pembiayaan dan pendampingan hingga mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Bagi IAKN Kupang, peningkatan jumlah mahasiswa baru bukan sekadar angka. Capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat tata kelola, kualitas akademik, sistem penerimaan, kemitraan dan akses pendidikan agar kehadiran IAKN Kupang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat NTT dan Indonesia.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement