NTTSatu.ID – Transformasi pembelajaran berbasis teknologi terus didorong Universitas Nusa Cendana (Undana). Kali ini, Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana, menghadirkan inovasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa di SMA Negeri 9 Kupang.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Literasi-Numerasi Konteks Fisika Melalui Aplikasi Adaptive Quiz System Berbasis Rule-Based Artificial Intelligence untuk Guru dan Murid di SMA Negeri 9 Kupang.”
Program ini menjadi bagian dari komitmen Undana dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi, khususnya menghadirkan hasil riset dan inovasi kampus agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Febriyanti Riwu, S.Pd., Gr., yang hadir mewakili pimpinan SMA Negeri 9 Kupang. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas kehadiran tim PkM Undana dan menyambut baik program pendampingan yang dinilai relevan dengan kebutuhan pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurutnya, dunia pendidikan tidak dapat menghindar dari perkembangan teknologi. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat, produktif, dan memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran.
Karena itu, ia berharap aplikasi Adaptive Quiz System dapat digunakan secara optimal oleh peserta didik untuk berlatih sekaligus dimanfaatkan guru sebagai salah satu instrumen inovatif dalam memfasilitasi proses pembelajaran di sekolah.
Program PkM tersebut diinisiasi oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Fisika Undana di bawah koordinasi Markus Simeon K. Maubuthy, M.Pd. selaku ketua tim.
Tim dosen terdiri dari Maria Tefa, S.Pd., Sc.M., Hartoyo Y. Wardana, S.Si., M.Si., Maria Enjelina Suban, M.Pd., Nikodemus Umbu Janga Hauwali, S.Si., M.Si., dan Aurelia Astria L. Jewaru, S.Pd., M.Pd.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa, yakni Maryanto Seran, Kresensia Nadia Deliman, dan Grateda Lewar.
Untuk memastikan proses pendampingan berjalan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah, tim PkM berkolaborasi langsung dengan guru mata pelajaran, yaitu Tety Kasemetan, S.Pd., Gr. dan Melki Selly, S.Pd., Gr. Keduanya terlibat sebagai co-teaching dalam pemaparan materi kepada peserta didik.
Ketua tim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari payung besar “PkM Undana Berdampak”, yang mengusung tema mewujudkan World-Class, Locally Relevant University melalui kolaborasi menuju pembangunan berdampak dan berkelanjutan.
Program ini dirancang untuk menjangkau 8 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur, dengan 71 titik lokasi yang tersebar, khususnya di wilayah Kota Kupang.
Kehadiran Adaptive Quiz System juga menjadi salah satu bentuk nyata hilirisasi hasil riset Undana. Teknologi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran sekaligus mendorong pemanfaatan gawai secara edukatif.
Hal ini menjadi semakin relevan di tengah adanya kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Melalui platform tersebut, gawai diarahkan bukan sekadar sebagai perangkat komunikasi dan hiburan, tetapi juga sebagai media belajar yang produktif.
Sebanyak 30 peserta didik SMA Negeri 9 Kupang mengikuti kegiatan PkM tersebut. Pendampingan selanjutnya akan dilakukan melalui empat sesi tatap muka.
Tahapan kegiatan diawali dengan pengenalan aplikasi kepada peserta didik. Para siswa diperkenalkan dengan cara penggunaan, mekanisme kerja, serta berbagai fitur yang terdapat dalam Adaptive Quiz System.
Setelah memahami cara penggunaannya, peserta didik kemudian mendapatkan pendampingan penguatan materi secara langsung dengan memanfaatkan aplikasi tersebut.
Tidak berhenti pada kegiatan tatap muka, para siswa juga diarahkan untuk mulai membangun kebiasaan belajar mandiri menggunakan platform tersebut.
Dengan latihan yang dilakukan secara rutin, kemampuan literasi dan numerasi siswa diharapkan dapat semakin terasah. Pendekatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sesuai dengan tingkat kemampuan dan kesiapan masing-masing.
Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah penerapan sistem kuis adaptif berbasis rule-based Artificial Intelligence.
Melalui sistem tersebut, tingkat kesulitan soal dapat beradaptasi secara otomatis berdasarkan tingkat kesiapan belajar peserta didik.
Platform yang dapat diakses melalui kuis.physai.web.id ini memungkinkan siswa melakukan latihan secara mandiri. Bank soal yang tersedia di dalam sistem juga telah diselaraskan dengan format Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Selain itu, sistem dilengkapi dengan fitur umpan balik otomatis, sehingga siswa dapat memperoleh informasi mengenai hasil latihan yang mereka kerjakan.
Dengan pendekatan ini, proses latihan diharapkan menjadi lebih terarah. Siswa tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga dapat membangun pemahaman terhadap kemampuan mereka dan meningkatkan kompetensi secara bertahap.
Inovasi tersebut mendapat respons positif dari peserta didik. Antusiasme terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika para siswa mulai mencoba secara langsung berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi.
Sejumlah peserta mengaku senang dengan kehadiran aplikasi kuis adaptif tersebut. Materi pendampingan yang diberikan tim juga dinilai jelas dan mudah dipahami.
Bagi siswa, terutama mereka yang duduk di kelas XII, aplikasi ini dinilai dapat menjadi sarana latihan yang terstruktur dalam mempersiapkan diri menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Pemanfaatan teknologi tersebut juga memberi pengalaman baru bagi siswa dalam menggunakan perangkat digital untuk kepentingan akademik.
Kepala SMA Negeri 9 Kupang, Adelgina Liu, S.Pd., turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim dosen Program Studi Pendidikan Fisika Undana yang telah melaksanakan kegiatan PkM di sekolah tersebut.
Ia berharap program inovatif serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang dengan jangkauan peserta yang lebih luas.
Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian memberikan manfaat penting bagi sekolah, terutama dalam memperkenalkan inovasi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga diharapkan dapat terus diperkuat sehingga berbagai inovasi hasil penelitian dosen maupun mahasiswa dapat diimplementasikan secara langsung dalam proses pendidikan.
Program PkM Pendidikan Fisika Undana tersebut juga dirancang untuk mendukung pencapaian agenda global Sustainable Development Goal 4 (SDG 4) tentang pendidikan berkualitas.
Penguatan literasi sains, numerasi, keterampilan digital, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Melalui pemanfaatan teknologi AI secara tepat, peserta didik tidak hanya diharapkan mampu memahami materi fisika, tetapi juga memiliki kemampuan bernalar secara kritis, memecahkan persoalan, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan memperluas kesempatan siswa untuk berkembang.
Dengan adanya kolaborasi antara dosen, mahasiswa, guru, dan peserta didik, tim PkM Pendidikan Fisika Undana berharap inovasi Adaptive Quiz System dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Undana menghadirkan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Pada akhirnya, pemanfaatan AI melalui platform pembelajaran adaptif tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan relevan, sekaligus melahirkan generasi muda NTT yang memiliki literasi kuat, kemampuan numerasi yang baik, daya nalar kritis, dan kesiapan menghadapi persaingan di era global.(*)



Komentar