GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Lifestyle Pendidikan
Beranda » Berita » Mbah Dragon Bekali Mahasiswa Teologi UKAW Kupang Jadi Agen Perubahaan

Mbah Dragon Bekali Mahasiswa Teologi UKAW Kupang Jadi Agen Perubahaan

Ket: Mbah Dragon foto bersama dengan mahasiswa UKAW Kupang. (Dok: Ist)

NTTSatu.ID – Suasana ruang perkuliahan Fakultas Teologi Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang pada Rabu, 17 Juni 2026, terasa berbeda. Bukan sekadar lokakarya akademik biasa, kegiatan pembekalan bagi 70 mahasiswa semester IV yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di desa-desa pada Juli mendatang berubah menjadi ruang refleksi yang menggugah pikiran sekaligus penuh keceriaan.

Mbah Dragon dikenal sebagai praktisi pendidikan, motivator, serta penggagas konsep Magic Marketing yang telah banyak memberikan pelatihan di berbagai bidang.Sebelumnya, ia juga aktif memberikan pembekalan motivasi kepada pelajar dan mahasiswa di Kupang.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 mahasiswa semester IV Fakultas Teologi UKAW yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sejumlah desa pada Juli mendatang. Acara dibuka oleh Pdt. Lintje Pellu dengan pengalungan kain tenun ikat khas Sabu kepada Mbah Dragon sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan.

Sejak awal materi, suasana kelas langsung dibuat hening ketika Mbah Dragon melemparkan pertanyaan sederhana namun sangat menohok: “Untuk apa Anda kuliah Teologi?”

Sebagian mahasiswa menjawab bahwa mereka kuliah untuk melayani Tuhan. Namun, Mbah Dragon mengajak mereka melakukan refleksi lebih dalam tentang motivasi panggilan pelayanan.

Dorong Inovasi Praktikum Kimia, Pendidikan Kimia Undana Implementasikan Program LUPIC

Menurutnya, seorang pelayan Tuhan harus selalu mengoreksi motivasi hati agar pelayanan yang dilakukan bukan sekadar mengejar status atau penghasilan, melainkan lahir dari kasih dan ketaatan kepada Tuhan.

Ia mengangkat firman dalam Matius 7:21 yang menegaskan bahwa tidak semua orang yang memanggil Tuhan akan masuk Kerajaan Surga, tetapi mereka yang melakukan kehendak Bapa.

Dari pemikiran tersebut, Mbah Dragon mendorong mahasiswa untuk memiliki kemandirian ekonomi melalui semangat kewirausahaan. Dengan memiliki usaha sendiri, seseorang dapat menopang pelayanan tanpa menggantungkan motivasinya pada keuntungan materi.

Tidak hanya berbicara mengenai pelayanan, Mbah Dragon juga menyinggung gaya hidup calon pemimpin rohani. Ketika bertanya mengenai kebiasaan merokok dan mengonsumsi sopi, sebagian mahasiswa mengakui masih memiliki kebiasaan tersebut.

Momen tersebut menjadi bahan refleksi mengenai pentingnya menjaga tubuh sebagai bait Roh Kudus sebagaimana tertulis dalam 1 Korintus 3:16 dan 1 Korintus 6:19-20.

FST Undana Dorong Jemaat GMIT Paulus Naikoten Ubah Limbah Menjadi Berkah dan Bernilai Ekonomi

“Seorang pemimpin bukan hanya didengar perkataannya, tetapi juga dilihat teladannya,” menjadi pesan yang kuat dalam sesi tersebut.

Mbah Dragon juga mengajak generasi muda Nusa Tenggara Timur untuk meninggalkan pola pikir lama yang identik dengan kekerasan dan perkelahian.

Menurutnya, dunia saat ini telah berubah memasuki era digital, di mana kecerdasan, kreativitas, dan inovasi menjadi senjata utama.

“Sekarang bukan zaman otot, tetapi zaman otak. Kita harus menjadi changing agent yang mampu mengubah diri sendiri dan lingkungan,” pesannya.

Ia mencontohkan bahwa banyak tokoh asal NTT telah berhasil menembus tingkat nasional bahkan internasional. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat NTT memiliki potensi besar apabila didukung dengan pendidikan, disiplin, dan semangat belajar.

STIKes Nusantara Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Dalam pembekalan PKL tersebut, Mbah Dragon juga memperkenalkan metode Gospel Magic, yakni penyampaian pesan Firman Tuhan melalui berbagai alat peraga sulap yang menarik bagi anak-anak Sekolah Minggu.

Sebanyak sembilan keterampilan Gospel Magic diajarkan kepada mahasiswa. Mulai dari vas yang mengeluarkan bunga, air berwarna coklat yang berubah menjadi jernih sebagai simbol penghapusan dosa, buku kosong yang berubah menjadi penuh gambar dan warna, cincin yang mengikat sendiri pada rantai sebagai lambang kehidupan bersama Kristus, tali yang terlepas dari jeratan sebagai simbol pembebasan dari berbagai keterikatan, hingga tali yang dipotong lalu tersambung kembali sebagai gambaran hubungan manusia dengan Allah yang dipulihkan melalui pengorbanan Yesus Kristus.

Aksi-aksi tersebut membuat para mahasiswa terkejut dan takjub. Suasana kelas pun menjadi hidup dengan tepuk tangan dan tawa. Banyak mahasiswa mengaku semakin antusias karena metode penyampaian Firman yang unik dan menyenangkan tersebut.

Menjelang akhir kegiatan, meski waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WITA dan Mbah Dragon belum sempat sarapan sejak pagi, semangatnya dalam berbagi ilmu tidak berkurang.

Ia kemudian menawarkan pelatihan entrepreneurship selama dua hari yang akan membahas ilmu pemasaran seperti Segmenting, Targeting, Positioning (STP) serta penyusunan Business Model Canvas.

Dari sekitar 70 peserta, sekitar 30 mahasiswa menyatakan ketertarikan untuk mendalami dunia wirausaha sebagai bekal untuk menjadi pelayan Tuhan yang mandiri dan berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa oleh Pdt. Niftrik Tanau dan sesi foto bersama. Salah satu mahasiswa, Dimas, menyampaikan harapan agar akan ada pertemuan lanjutan dengan lebih banyak lagi keterampilan Gospel Magic yang diajarkan.

Di akhir kegiatan, Mbah Dragon menitipkan pesan sederhana namun mendalam: ilmu dan firman yang telah diterima jangan hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Karena pada akhirnya, kualitas seorang pelayan Tuhan tidak hanya terlihat dari apa yang diucapkan, tetapi dari buah kehidupan yang ia tunjukkan kepada dunia.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NTTSatu.ID merupakan portal berita yang menyajikan informasi terkini, terpercaya, dan aktual seputar berbagai peristiwa penting di Nusa Tenggara Timur serta berbagai isu nasional yang menarik untuk diketahui masyarakat.

Berita Terbaru






Berita Populer

01

Kuasa Hukum Sebut Kades Fafinesu B Picu Pengeroyokan Tiga Pencari Madu di TTU

02

Mario Kebo: Tiga Pencari Madu Dihadang dan Dianiaya di Jalan, Bukan di Rumah Warga

03

Duka Mendalam atas Kepergian dr. Icha, Bupati TTU Dukung Keluarga Tempuh Jalur Hukum

04

Kuasa Hukum Naris Amleni Bantah Terlibat Intimidasi dr. Icha

05

Bupati TTU: Jika Terbukti Terlibat Penganiayaan, Kades Fafinesu B Akan Dicopot

× Advertisement
× Advertisement