NTTSatu.ID — Pendekatan unik dalam dunia komunikasi diperkenalkan oleh Herry Budijanto Dragono atau yang akrab disapa Mbah Dragon dalam workshop bertajuk From Idea To Stage: Creative Public Speaking di Institut Agama Kristen Negeri Kupang (IAKN) Kupang, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang diikuti 40 mahasiswa ini menghadirkan konsep Gospel Magic sebagai metode kreatif dalam menyampaikan pesan-pesan iman.
Mbah Dragon menjelaskan bahwa teknik tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan alat bantu visual yang efektif untuk memperkuat penyampaian firman Tuhan.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajak mempraktikkan berbagai trik sederhana yang sarat makna. Mulai dari tongkat yang berubah menjadi bunga sebagai ilustrasi penciptaan, hingga kotak kosong yang berubah menjadi akuarium berwarna-warni yang melambangkan buah roh seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera.
Tak hanya itu, ia juga memperagakan simulasi penghapusan dosa menggunakan air yang berubah warna dari cokelat menjadi jernih, serta kain hitam yang menghilang sebagai simbol penebusan dosa oleh Yesus Kristus.
“Trik-trik ini membantu kita menyampaikan cerita Alkitab secara visual dan lebih mudah dipahami. Ini bukan tentang sulap semata, tapi bagaimana pesan Tuhan bisa diterima dengan cara yang kreatif,” jelasnya.
Metode yang ditampilkan sontak membuat para peserta terkesan. Banyak mahasiswa mengaku baru pertama kali mendapatkan pengalaman belajar dengan pendekatan seperti ini.
Salah satu peserta, Dekris Taek, mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Seni Keagamaan, menyebut kegiatan ini memberikan wawasan baru.
“Yang saya dapat bukan hanya ilmu, tapi juga pengalaman. Saya jadi tahu bahwa tidak semua trik itu menggunakan sihir. Yang penting bagaimana kita berpikir terbuka dan memaknai hal-hal baik,” ujarnya.
Dekris menambahkan, keterampilan yang diperoleh akan digunakan untuk pelayanan, khususnya dalam mengajar sekolah minggu.
Para peserta bahkan berkomitmen untuk langsung mempraktikkan teknik tersebut dalam pelayanan mereka.
Sementara itu, Rektor Institut Agama Kristen Negeri Kupang, I Made Suardana, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan kampus yang semakin terbuka terhadap kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan minat dan bakat mahasiswa serta mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja yang dinamis.
“Kampus harus menjadi ruang belajar yang produktif dan transformatif. Mahasiswa harus melek teknologi, kreatif, dan memiliki kemampuan komunikasi yang kuat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan pengalaman nyata dunia kerja sejak dini, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis.
Rektor menilai kehadiran Mbah Dragon sebagai langkah awal yang positif dalam membangun ekosistem pembelajaran inovatif di kampus.
Selain dikenal sebagai pelayan Tuhan, Mbah Dragon juga merupakan entrepreneur dan trainer berpengalaman hingga tingkat internasional.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Kolaborasi seperti ini adalah bagian dari strategi untuk membangun pendidikan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berdampak,” pungkasnya.*


Komentar