NTTSatu.ID- Yayasan Kunci Ilmu terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang berpihak pada masyarakat sekaligus menumbuhkan nilai kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui lembaga yang dinaunginya, yakni SMK Kunci Ilmu Ende dan STIKes Nusantara Kupang, yayasan ini tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga menghadirkan program sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang menyentuh sisi kemanusiaan adalah penyediaan 10 peti jenazah gratis setiap bulan oleh STIKes Nusantara Kupang bagi keluarga kurang mampu di Kota Kupang.
Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan aparat kelurahan dan desa se-Kota Kupang guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pembina Yayasan Kunci Ilmu, Laili Qudriana, menegaskan bahwa pendidikan dan kemanusiaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
“Kampus dan sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Apa yang kami lakukan adalah bagian dari panggilan yayasan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran lembaga pendidikan harus mampu menjadi solusi nyata atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Sebagai salah satu kampus yang memiliki Program Studi S1 Gizi di NTT, STIKes Nusantara Kupang juga berperan dalam mencetak tenaga kesehatan yang peduli terhadap kondisi masyarakat.
Di sisi lain, SMK Kunci Ilmu Ende menerapkan kebijakan pendidikan gratis hingga lulus bagi seluruh siswanya, tanpa membebankan biaya pendidikan.
Sekolah ini fokus pada bidang kesehatan dan perikanan, dua sektor strategis yang penting untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi lokal di wilayah NTT.
Tak hanya itu, SMK Kunci Ilmu Ende juga menyediakan makan siang gratis setiap hari bagi siswa, guna memastikan mereka tetap dapat belajar dengan baik meski berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami melihat banyak anak-anak berpotensi yang terhambat karena faktor ekonomi. Kami ingin mereka tetap memiliki kesempatan untuk sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik,” kata Laili.
Kebijakan makan siang gratis ini juga diterapkan di lingkungan STIKes Nusantara Kupang, sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan dan konsentrasi belajar mahasiswa.
Dalam berbagai kesempatan, Laili Qudriana terus menegaskan bahwa lembaga pendidikan harus melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.
“Kampus dan sekolah adalah tempat membangun generasi yang cerdas, sehat, dan peduli. Memberi manfaat bagi masyarakat adalah bagian dari panggilan kami sebagai yayasan,” tegasnya.
Ia juga mengaku, bahwa program seperti pembagian peti jenazah gratis merupakan bentuk nyata kepedulian yang tidak berhenti pada aspek pendidikan semata.
“Kami tidak hanya membangun pendidikan, kami membangun nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus mencakup seluruh fase kehidupan, termasuk saat menghadapi duka.
“STIKes Nusantara menyediakan peti mati gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, karena pelayanan sejati tidak berhenti saat hidup, tetapi juga hadir saat perpisahan,” tutupnya. (*)



Komentar