NTTSatu.ID- Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni menyerukan pentingnya membangun damai sejati dengan Tuhan, diri sendiri, dan sesama dalam Surat Gembala Paskah 2026 yang dibacakan di seluruh wilayah Keuskupan Agung Kupang, Minggu (5/4/2026).
Pesan tersebut menjadi refleksi mendalam atas situasi dunia saat ini semakin dipenuhi konflik, ketakutan, dan krisis kemanusiaan.
Dalam suratnya, Uskup Agung mengangkat sabda Yesus Kristus, “Damai sejahtera-Ku Kutinggalkan bagimu; damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu” (Yohanes 14:27), sebagai pesan utama Paskah tahun ini.
Ia menegaskan bahwa damai yang ditawarkan Kristus bukanlah damai semu seperti yang diberikan dunia, melainkan damai sejati yang berakar dalam persekutuan dengan Allah, lahir dari pengorbanan di salib, dan dinyatakan dalam kebangkitan.
Surat gembala tersebut dibacakan oleh Romo Maximilianus Un Bria saat memimpin Misa ke-6 Minggu Paskah di Gereja Paroki Santa Maria Assumpta, Kotabaru, Kupang, yang dihadiri ribuan umat.
Dalam refleksinya, Uskup Hironimus mengajak umat untuk merenungkan kontras tajam antara cara dunia dan cara Kristus dalam menghadapi penderitaan.
Ia menyebut, dunia merespons Yesus dengan kebencian, tuduhan palsu, pengkhianatan, dan penyaliban. Namun sebaliknya, Kristus menanggapi semua itu dengan pengampunan, belas kasih, dan cinta yang rela berkorban.
Mengutip ajaran Yohanes Krisostomus, ia menegaskan bahwa kehadiran Kristus selalu membawa damai, dan damai itu sendiri adalah tanda kehadiran Kristus.
“Damai ini bukan sekadar perasaan, melainkan buah dari kekuatan ilahi yang memampukan Kristus tetap tenang di hadapan penderitaan, bahkan mengampuni para algojo-Nya,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan peristiwa setelah kebangkitan, ketika Kristus yang bangkit hadir di tengah para murid yang ketakutan dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu” (Yohanes 20:19).
Menurutnya, sapaan tersebut bukan sekadar salam biasa, tetapi anugerah yang membawa transformasi, mengubah para murid dari ketakutan menjadi rasul-rasul yang berani.
Lebih jauh, Uskup Agung menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa kemenangan atas maut, tetapi juga awal dari perubahan hidup setiap orang beriman.
“Kita tidak dapat mewartakan kabar gembira kebangkitan jika hati kita masih dikuasai kecemasan, ketakutan, dan keputusasaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi dunia saat ini yang diwarnai perang antarnegara, krisis kemanusiaan, serta menurunnya martabat manusia di berbagai tempat.
Menurutnya, kelompok lemah dan tak bersalah sering menjadi korban, sementara pihak yang berkuasa justru memilih jalan kekerasan dan konflik.
Selain itu, berbagai bencana alam, ancaman kekeringan, serta ketidakpastian masa depan turut memperparah kegelisahan manusia.
Dalam situasi tersebut, ia menegaskan bahwa damai Kristus bukanlah konsep abstrak, melainkan kebutuhan mendesak yang mampu menyembuhkan luka bangsa-bangsa dan hati manusia.
Uskup Hironimus juga mengingatkan bahwa damai dunia harus dimulai dari dalam diri setiap pribadi melalui pertobatan, doa, dan rekonsiliasi dengan Allah.
Ia mengajak umat untuk melakukan refleksi diri, terutama dalam Pekan Suci, dengan memeriksa apakah masih ada dendam, kemarahan, dan keengganan untuk mengampuni dalam hati.
Mengutip Agustinus dari Hippo, ia menyampaikan bahwa hati manusia akan selalu gelisah sampai menemukan ketenangan dalam Tuhan.
Menurutnya, hati yang damai dengan Allah akan melahirkan keluarga yang damai, paroki yang penuh harapan, serta bangsa yang kuat dan harmonis.
Di akhir Surat Gembala, Uskup Agung Kupang mengajak seluruh umat menjadikan Paskah sebagai momentum menghadirkan damai dalam kehidupan nyata di keluarga, komunitas, masyarakat, hingga bangsa.
Ia juga memohon doa perantaraan Bunda Maria sebagai Ratu Damai, agar damai Kristus sungguh hidup dalam setiap hati umat.
“Semoga Kristus yang bangkit menghibur yang terluka, membebaskan yang tertawan, serta menganugerahkan kebijaksanaan kepada para pemimpin dan harapan bagi semua yang menderita,” pesannya.
Uskup Agung menutup pesannya dengan ucapan, “Selamat Merayakan Pesta Paskah. Kristus telah bangkit, Aleluya.”
Sementara itu, usai Misa yang diiringi koor Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Assumpta, Romo Maxi Un Bria juga mengajak seluruh umat untuk bangkit bersama Kristus dan menjadikan damai sebagai dasar dalam kehidupan sehari-hari. (*)



Komentar