GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Inspirasi
Beranda » Berita » Romo Gerardus Duka Sampaikan Pesan Damai dari NTT untuk Indonesia pada Festival Pawai Paska 2026

Romo Gerardus Duka Sampaikan Pesan Damai dari NTT untuk Indonesia pada Festival Pawai Paska 2026

Romo Gerardus Duka. (Ist)

NTTSatu.ID – Romo Gerardus Duka, atau yang akrab disapa Romo Dus, menyampaikan pesan damai dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk Indonesia pada momentum Festival Pawai Paskah Pemuda GMIT di Kota Kupang.

Dalam pesannya, Romo Dus menekankan bahwa NTT merupakan komunitas yang terus merawat perdamaian, persaudaraan, dan nilai kemanusiaan yang setara, sebagaimana diajarkan oleh setiap agama.

“Pesan Damai untuk Indonesia, dari Nusa Terindah Toleransi. Masyarakat NTT adalah komunitas yang terus merawat perdamaian, persaudaraan dan kemanusiaan yang setara yang sebagaimana diajarkan oleh setiap agama,” ujar Romo Dus, Senin (6/4/2026).

Prosesi Pawai Paskah Pemuda GMIT, menurut Romo Dus, menjadi momen bagi para pimpinan dan tokoh agama di NTT untuk mendukung kedamaian di Indonesia.

“Karena itu, dalam kegiatan prosesi Paskah Pemuda GMIT di Kota Kupang, kami para pimpinan dan tokoh agama di NTT menyampaikan pesan damai untuk Indonesia,” jelasnya.

Sekda Kupang: Hak PPPK Belum Terbayar Akibat Kekurangan Anggaran Rp130 Miliar

Romo Dus menekankan, perbedaan agama adalah anugerah dan tidak boleh memisahkan sesama. Damai dalam kondisi apapun adalah kekuatan untuk membangun NTT dan Indonesia.

“Perbedaan adalah anugerah Allah, perbedaan tidak boleh memisahkan kita sebab kita adalah sesama saudara. Dalam situasi apapun persaudaraan adalah kekuatan untuk membangun Nusa Tenggara Timur dan Indonesia,” terangnya.

Dalam pesan tersebut, Romo Dus juga menekankan pentingnya hidup berdamai untuk mengatasi berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, dan kekerasan seksual demi terwujudnya masyarakat yang maju dan berkeadaban.

“Dengan hidup damai kami dapat mengatasi bersama-sama masalah ekonomi, pendidikan, sosial dan kekerasan seksual demi terwujudnya masyarakat yang maju mandiri dan berkeadaban,” tambahnya.

Ia juga menyerukan solidaritas dan kepedulian di tengah ancaman krisis global dan krisis pangan, agar masyarakat saling peka, berbagi, dan melayani.

Didampingi Kuasa Hukum, Tiga Korban Pengeroyokan Pencari Madu di TTU Jalani Pemeriksaan Polisi

“Hanya dengan kepedulian bersama kita dapat menolong sesama keluar dari kemiskinan, dan menderita,” katanya.

Romo Dus menghimbau agar persatuan dan toleransi umat beragama menjadi pengikat bangsa Indonesia sesuai semangat Bhineka Tunggal Ika.

“Jaga persatuan dan toleransi, kesatuan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, harus terus dipelihara dalam semangat Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengajak umat beragama untuk menghindari intoleransi dan memupuk moderasi beragama demi membangun Indonesia yang religius, damai, dan berkeadaban.

“Hindari dari seluruh intoleransi, yang memecah belah dan galakan moderasi beragama untuk membangun Indonesia yang religius, damai dan berkeadaban,” ujar Romo Dus.

Prof. Yantus Neolaka Kembali Harumkan Nama Undana, Masuk Top 5% Scientist Worldwide 2026

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turut menghadiri Festival Pawai Paskah di Kota Kupang. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement