GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Daerah
Beranda » Berita » Hingga Tahun 2026, Program TULUS Sentuh 210 Keluarga Berduka di TTU

Hingga Tahun 2026, Program TULUS Sentuh 210 Keluarga Berduka di TTU

Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, saat melakukan penyerahan perdana bantuan kepada keluarga almarhum Thomas Asa di Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu.

NTTSatu.ID- Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus menggulirkan Program Tulus (P2T) melalui Dinas Sosial untuk membantu masyarakat kurang mampu yang mengalami kedukaan.

Hingga pertengahan Maret 2026, program ini telah menjangkau 210 keluarga berduka di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sosial TTU, Yanuarius Makun, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan sejak awal tahun dengan jumlah penerima yang terus bertambah setiap bulan.

Pada Januari 2026, tercatat sebanyak 93 keluarga menerima bantuan. Jumlah itu meningkat pada Februari menjadi 97 keluarga, sementara hingga pertengahan Maret sudah 20 keluarga yang dibantu.

“Program ini dirancang khusus untuk meringankan beban keluarga tidak mampu saat menghadapi peristiwa kematian anggota keluarga,” katanya.

Mbah Dragon Latih Public Speaking Kreatif di IAKN Kupang

Yanuarius mengatakan, dalam pelaksanaannya, pemerintah menyediakan empat jenis bantuan utama kepada keluarga berduka.

Bantuan tersebut meliputi peti jenazah, bahan bangunan untuk pembuatan liang kubur, paket sembako, serta fasilitas tenda dan kursi untuk keperluan duka.

Menurutnya, setiap jenazah mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 6.488.000 yang bersumber dari pemerintah daerah.

Ia menegaskan, bantuan tidak diberikan secara sembarangan, melainkan melalui mekanisme verifikasi yang ketat berdasarkan data resmi.

Penentuan penerima mengacu pada data masyarakat tidak mampu yang terdaftar dalam sistem Kementerian Sosial.

Museum Jadi Ruang Belajar, Mahasiswa PPKn Undana Telusuri Warisan Budaya NTT

Selain itu, pihaknya juga menggunakan indikator tingkat kesejahteraan masyarakat atau desil sebagai dasar penentuan kelayakan penerima bantuan.

Biasanya, informasi kedukaan diperoleh dari petugas lapangan Program Tulus, kemudian diverifikasi oleh admin melalui aplikasi.

“Jika hasil pengecekan menunjukkan bahwa keluarga tersebut masuk kategori layak, maka bantuan segera disalurkan,” ungkapnya.

Program ini merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten TTU yang dikenal dengan nama Paket Tulus.

Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, bahkan telah melakukan penyerahan perdana bantuan ini kepada keluarga almarhum Thomas Asa beberapa waktu lalu.

Kisruh Internal Disorot, Linus Lusi Minta Pengurus Swastisari Hormati Suara Anggota

Penyerahan tersebut berlangsung di Desa Birunatun, Kecamatan Biboki Feotleu, dan turut dihadiri sejumlah pejabat daerah serta masyarakat setempat.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati TTU selalu menegaskan bahwa Program Tulus lahir dari kepedulian pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat.

Ia menilai, masih banyak keluarga kurang mampu yang harus berutang saat menghadapi kedukaan.

Melalui program ini, pemerintah ingin hadir secara nyata untuk membantu dan meringankan beban masyarakat.

“Program ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dengan hati yang tulus bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bupati.

“Kita harap dengan adanya Program Tulus ini tidak ada lagi keluarga miskin di TTU yang terbebani secara ekonomi saat menghadapi duka cita,” katanya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement