NTTSatu.ID- Ribuan umat Muslim di Kota Kefamenanu memadati halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026).
Sejak pukul 05.45 WITA, jamaah mulai berdatangan. Mereka datang secara tertib dengan membawa perlengkapan salat masing-masing.
Kehadiran umat yang begitu banyak menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merayakan hari raya Idul Fitri. Jamaah memenuhi halaman kantor bupati hingga ke area sekitarnya.
Tepat pukul 06.15 WITA, Salat Id dimulai. Ibadah dipimpin oleh Ustad Supriadi Aziz Al-Hafidz.
Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib. Jamaah mengikuti setiap gerakan dan bacaan dengan penuh kekhusyukan.
Usai pelaksanaan salat, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengucapkan selamat Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Kabupaten TTU.
Ia menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Menurut dia, Ramadhan menjadi waktu yang penting untuk memperkuat iman dan meningkatkan ketakwaan.
Selain itu, Ramadhan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan mempererat hubungan antar sesama.
Ia menegaskan bahwa Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan semata, tetapi sebagai momentum kembali kepada kesucian hati.
Bupati mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Sikap saling memaafkan, sabar, dan peduli terhadap sesama dinilai penting untuk terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati yang juga pendiri Beta Timor itu mengapresiasi kerukunan antarumat beragama di TTU.
Ia menilai, perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan secara damai.
Kerukunan tersebut, menurut dia, menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketentraman daerah.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pembangunan daerah secara bersama-sama.
Salah satu upaya yang didorong adalah mewujudkan Kefamenanu sebagai kota BERADAT, yakni Bersih, Agamis, Damai, Aman, dan Tentram.
Sementara itu, KH Ahyar dalam khutbahnya mengingatkan umat untuk kembali ke fitrah, menjaga kebersihan hati, serta memperkuat persaudaraan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari. (*)


Komentar