GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Pelabuhan Wini III Buka Akses Transportasi Baru di TTU

Pelabuhan Wini III Buka Akses Transportasi Baru di TTU

Pelabuhan Wini III Buka Akses Transportasi Baru di TTU. (Ist)

NTTSatu.ID- Pelabuhan Kelas III Wini di Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai melayani penumpang sejak Januari 2026.

Kehadiran layanan ini membuka akses transportasi laut yang lebih dekat bagi masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste itu.

Kapal perintis KM Sabuk Nusantara menjadi armada yang rutin melayani rute dari Pelabuhan Wini ke sejumlah pelabuhan lain di NTT.

Dalam satu bulan, kapal tersebut dapat bersandar sekitar empat hingga lima kali, bergantung pada kondisi cuaca.

Seorang warga, Martinus mengatakan bahwa layanan ini mengurangi ketergantungan terhadap Pelabuhan Tenau di Kupang yang selama ini menjadi titik keberangkatan utama.

Dari Oesapa Barat, Henos Kembangkan Bisnis Advertising Berkat Dukungan KUR BRI

“Saya sangat senang karena tidak perlu lagi ke Kupang,” kata Martinus, salah satu penumpang yang ditemui di Pelabuhan Wini, Senin (30/3), saat hendak melakukan perjalanan ke Lewoleba.

Ia menyebut kehadiran kapal ini mempermudah mobilitas warga yang akan mengikuti rangkaian perayaan Paskah di Larantuka.

Petugas Syahbandar Wini, Salmun, mengatakan sejak Januari pelabuhan tersebut tidak hanya melayani kapal pengangkut barang dan ternak, tetapi juga penumpang.

“Dalam sebulan bisa empat sampai lima kali kunjungan. Dengan adanya layanan penumpang, aktivitas kami juga meningkat sehingga pengaturan jadwal piket menjadi penting,” ujarnya.

Namun, hingga kini sistem pembelian tiket masih dilakukan langsung di atas kapal. Belum tersedia agen tiket resmi di kawasan pelabuhan.

Undana Bentuk Digital Smart Agent di SMAN 1 Kupang Timur, Pelajar Dibekali Senjata Melawan Hoaks

“Kami berharap ke depan ada agen tiket agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas dan tidak perlu menunggu lama di pelabuhan,” tambah Salmun.

Pantauan media di lapangan menunjukkan peningkatan aktivitas sejak pagi hari, dengan kendaraan rental keluar-masuk membawa penumpang ke area pelabuhan.

Di sisi lain, peluang ekonomi lokal belum sepenuhnya dimanfaatkan. Belum terlihat adanya pedagang yang menjual makanan, hasil bumi, maupun cendera mata khas Atoni Meto di sekitar pelabuhan Wini. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement