NTTSatu.ID — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan melalui penyelenggaraan The 4th International Conference on Science, Applied Science, Teaching and Education (ICOSASTE) 2026.
Konferensi internasional yang berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, tersebut digelar di Aston Hotel Kupang dengan mengangkat tema “Reimagining Education in the Age of AI: Driving Sustainable, Inclusive, and Culturally Responsive Learning for Global Competence.”
Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini, ketika teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang begitu pesat dan mulai memberikan pengaruh besar terhadap cara manusia belajar, mengajar, melakukan penelitian, hingga mengembangkan pengetahuan.
ICOSASTE 2026 menjadi forum akademik yang mempertemukan akademisi, peneliti, dosen, pendidik, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas tantangan sekaligus peluang pendidikan di tengah revolusi teknologi.
Perkembangan AI menghadirkan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran. Namun, di sisi lain, teknologi tersebut juga menuntut dunia pendidikan untuk melakukan adaptasi secara bijak agar pemanfaatannya tetap berorientasi pada peningkatan kualitas manusia.
Dalam konteks tersebut, AI tidak ditempatkan sebagai tujuan utama pembelajaran, melainkan sebagai instrumen dan sumber belajar yang dapat membantu peserta didik maupun pendidik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri, yakni Tommy Tanu Wijaya, Ph.D. dari Beijing Normal University, China; Marianne Turner, Associate Professor dari Monash University, Australia; Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA, IPU dari Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta; serta Prof. Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Department of Geography, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Malang (UM).
Kehadiran para pembicara tersebut memberikan perspektif lintas negara dan disiplin ilmu mengenai bagaimana pendidikan harus merespons perubahan teknologi, khususnya dalam menghadapi era AI.
Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., mengatakan ICOSASTE telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat dan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan akademik FKIP Undana.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini memiliki hubungan erat dengan kebutuhan pendidikan saat ini dan masa depan, terutama dalam memperkuat kompetensi serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Prof. Taneo menegaskan bahwa AI harus dipahami secara proporsional dalam dunia pendidikan.
“AI bukan tujuan pembelajaran, tetapi merupakan salah satu instrumen atau sumber belajar yang dapat membantu proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemanfaatan AI harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi untuk mendukung proses belajar, bukan menggantikan esensi pendidikan itu sendiri.
Karena itu, menurutnya, dunia pendidikan perlu memahami teknologi secara kritis agar pemanfaatannya benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
FKIP Undana sebagai lembaga pendidikan yang memiliki tugas menyiapkan calon-calon guru, kata Prof. Taneo, harus ikut mengambil bagian dalam membicarakan berbagai persoalan pendidikan yang berkembang, baik dalam konteks lokal maupun internasional.
“Persoalan-persoalan pendidikan, baik lokal maupun internasional, menjadi kebutuhan riil saat ini dan ke depan. Karena itu, kita perlu mengambil bagian dan berperan untuk mendiskusikannya bersama berbagai narasumber dan kelompok,” jelasnya.
Tidak hanya menghadirkan pembicara utama, ICOSASTE 2026 juga memberikan ruang bagi para peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka.
Menurut Prof. Taneo, forum tersebut penting karena penelitian yang telah dilakukan dosen maupun peneliti perlu dibagikan dan didiskusikan sehingga manfaatnya tidak berhenti pada peneliti atau kelompok tertentu.
Para dosen yang memperoleh dukungan penelitian, baik melalui skema internal maupun eksternal, diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam forum tersebut.
“Tujuannya agar ide dan kebaruan yang diperoleh dari hasil penelitian dapat dibagikan dalam forum ini, sehingga menjadi pembelajaran bagi kelompok yang lebih luas,” katanya.
Dengan demikian, ICOSASTE tidak hanya menjadi forum untuk mendengarkan pemaparan dari pembicara internasional, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun budaya akademik melalui presentasi penelitian, pertukaran gagasan, diskusi ilmiah, dan kolaborasi.
Rangkaian kegiatan konferensi juga dilaksanakan secara hybrid sehingga memungkinkan keterlibatan pembicara dan peserta dari berbagai wilayah, termasuk narasumber internasional yang mengikuti kegiatan secara daring.
Prof. Taneo menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber yang telah bersedia memberikan kontribusi dalam ICOSASTE 2026, termasuk para pembicara yang hadir secara online.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada panitia yang telah bekerja maksimal dalam mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, konferensi internasional tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar reputasi akademik, tetapi harus menjadi ruang belajar dan berbagi pengetahuan.
“Bagi kami, ini bukan sekadar mencari nama, tetapi kami menyediakan forum untuk belajar. Para peserta telah melakukan penelitian dan berbicara tentang pendidikan. Sebagai pengelola dan pelaku pendidikan, kita juga merupakan bagian dari masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai gagasan yang muncul dalam ICOSASTE 2026 dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan pendidikan, khususnya dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.
Kegiatan ICOSASTE 2026 turut dihadiri jajaran pimpinan FKIP Undana, yakni Dekan Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si., Wakil Dekan I Dr. Damianus D. Samo, M.Pd., Wakil Dekan II Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si., serta senat fakultas, para koordinator program studi, dosen, mahasiswa, presenter, peserta dan panitia pelaksana.
Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Taneo menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah mengambil bagian dalam konferensi internasional tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian akademik dalam momentum Dies Natalis ke-64 Universitas Nusa Cendana.
“FKIP Undana sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan calon guru ikut mengambil bagian dan berperan untuk memberi kontribusi dalam membahas dan mendiskusikan masalah-masalah pendidikan dari berbagai aspek,” katanya.
Prof. Taneo menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh narasumber, peserta dan panitia yang telah mendukung terselenggaranya ICOSASTE 2026.
Melalui penyelenggaraan ICOSASTE 2026, FKIP Undana menegaskan bahwa menghadapi era AI bukan sekadar persoalan mengadopsi teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut digunakan secara cerdas, etis, inklusif, berkelanjutan, dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya. (*)



Komentar