NTTSatu.ID — Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya ingin menjadi pasar bagi berbagai produk dari luar daerah.
Semangat untuk menciptakan produk sendiri mulai diwujudkan melalui VJ SOUND, sebuah merek produk audio yang dikembangkan dan diproduksi di NTT oleh Victor Dimoe Heo, Owner Techno Soundpro.
VJ SOUND dikembangkan sebagai bagian dari langkah Victor membangun produk audio lokal yang memiliki identitas sendiri.
Produk tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga dipersiapkan agar secara bertahap dapat menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Pengembangan VJ SOUND saat ini masih berlangsung secara bertahap. Sejumlah produk telah mulai diproduksi, sementara proses penyempurnaan produk, peningkatan kemampuan produksi dan penguatan merek terus dilakukan.
Bagi Victor, membangun produk dari NTT memiliki makna lebih dari sekadar menjalankan sebuah usaha.
Ada keinginan untuk menunjukkan bahwa daerah juga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan dapat dibawa keluar dari daerah asalnya.
“Saya ingin membangun produk sendiri dari NTT. Bukan hanya menggunakan produk dari luar, tetapi juga menghasilkan produk yang bisa dibawa keluar dari NTT dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Victor, Sabtu 19 September 2026.
Salah satu fondasi penting dalam perjalanan VJ SOUND adalah penguatan identitas merek.
Berdasarkan sertifikat merek yang ditunjukkan, merek VJ telah terdaftar atas nama Victor Arnold Yansenss Dimoe Heo. Sertifikat tersebut mencantumkan tanggal penerimaan 2 Agustus 2022 dengan nomor pendaftaran IDM001064224.
Kepemilikan merek tersebut menjadi salah satu pijakan Victor dalam mengembangkan VJ SOUND sebagai identitas produk audio yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.
Bagi Victor, sebuah produk lokal perlu memiliki identitas yang jelas. Karena itu, pengembangan VJ SOUND tidak hanya berbicara tentang proses membuat produk, tetapi juga bagaimana membangun sebuah merek yang dapat tumbuh dalam jangka panjang.
Perjalanan menuju pasar yang lebih luas tentu tidak sederhana. Victor menyadari bahwa produk yang ingin bersaing secara nasional maupun internasional harus dibangun melalui proses yang konsisten.
Pengembangan VJ SOUND dilakukan mulai dari proses produksi, penyempurnaan produk, penguatan merek hingga persiapan strategi pemasaran.
Pada tahap berikutnya, peningkatan kapasitas produksi menjadi salah satu hal penting. Konsistensi kualitas, pemenuhan standar produk, perlindungan kekayaan intelektual serta strategi pemasaran juga menjadi bagian dari pekerjaan yang harus dipersiapkan.
“Saya menyadari bahwa untuk memasuki pasar internasional diperlukan proses yang panjang, termasuk peningkatan kapasitas produksi, konsistensi kualitas, standar produk, perlindungan kekayaan intelektual, serta strategi pemasaran,” kata Victor.
Kesadaran tersebut menunjukkan bahwa target pasar internasional tidak dipandang sebagai sesuatu yang dapat dicapai secara instan. Sebaliknya, VJ SOUND sedang dibangun melalui tahapan yang disesuaikan dengan kemampuan produksi dan perkembangan usaha.
Dengan basis pengembangan dan produksi di Nusa Tenggara Timur, VJ SOUND diharapkan dapat menjadi bagian dari pertumbuhan produk lokal daerah.
Jika selama ini masyarakat lebih banyak mengenal NTT sebagai daerah yang menjadi konsumen berbagai produk dari luar, pengembangan VJ SOUND menawarkan perspektif berbeda: produk dari NTT juga dapat dikembangkan untuk dipasarkan ke luar daerah.
Bagi Victor, tujuan tersebut bukan sekadar memperluas pasar. Ada identitas daerah yang ingin dibawa melalui produk yang dikembangkan.
VJ SOUND diharapkan dapat memperlihatkan bahwa kreativitas, kemampuan teknis dan semangat kewirausahaan dari NTT memiliki peluang untuk berkembang di tengah persaingan industri yang semakin luas.
Namun, perjalanan menuju pasar nasional dan internasional masih panjang. Masih dibutuhkan penguatan dari berbagai sisi, mulai dari kapasitas produksi, kualitas, standar, manajemen merek hingga pemasaran.
Karena itu, VJ SOUND saat ini dapat dilihat sebagai sebuah proses yang sedang dibangun—dari sebuah gagasan, berkembang menjadi merek, kemudian diarahkan menjadi produk yang memiliki daya jangkau lebih luas.
Langkah awal tersebut telah dimulai: membangun merek sendiri, mengembangkan produk sendiri, dan membawa nama Nusa Tenggara Timur melalui produk audio yang lahir dari daerah sendiri.
Dari NTT, VJ SOUND kini mulai menatap perjalanan yang lebih jauh—menuju pasar nasional dan, dengan proses yang berkelanjutan, membuka peluang untuk suatu saat hadir di pasar internasional.
Victor Dimoe Heo
Owner Techno Soundpro.(*)



Komentar