NTTSatu.ID— Uluran tangan masyarakat Timor Tengah Utara (TTU) untuk korban bencana di Flores diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan yang diserahkan langsung oleh Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo bersama rombongan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Ende dan Nagekeo, Senin (31/8/2026).
Kehadiran rombongan dari kota yang dijuluki “Sonaf Besi” itu membawa secercah harapan di tengah puing-puing sisa gempa magnitudo 7,7 yang masih membekas di tanah Flores.
Bantuan untuk masyarakat Kabupaten Ende, senilai Rp113 juta merupakan hasil kolaborasi Pemkab TTU, Polres TTU dan para seniman TTU.
Sementara untuk Kabupaten Nagekeo, Pemkab TTU menyalurkan bantuan sebesar Rp100 juta yang diserahkan langsung Bupati didampingi Kapolres TTU dan diterima Bupati Nagekeo Simplisius Donatus.
Kepala Desa Rukuramba, Kec. Ende, Kab. Ende, Usta Karo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten TTU yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Menurut Usta, bantuan yang diberikan Pemkab TTU menjadi bentuk nyata kepedulian antar sesama masyarakat di Nusa Tenggara Timur.Ia mengatakan masyarakat Desa Rukuramba sangat menghargai kehadiran langsung Bupati TTU di tengah masyarakat yang sedang mengalami bencana.
“Hari ini juga kita tersentuh langsung dari Bupati TTU, hadir di tengah-tengah kita. Luar biasa kepedulian sesama manusia,” ujar Usta.
Usta juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres TTU Eliana Papote yang telah meluangkan waktu untuk hadir bersama rombongan dalam penyerahan bantuan tersebut.
“Atas nama masyarakat Desa Rukuramba kami sampaikan terima kasih kepada Bupati TTU dan Ibu Kapolres,” katanya.
Ia menegaskan, masyarakat tidak melihat bantuan yang diberikan berdasarkan besar atau kecilnya nilai bantuan tersebut.
Menurutnya, hal yang paling penting adalah ketulusan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten TTU dan jajaran Forkopimda.
“Kami masyarakat Desa Rukuramba tidak melihat dari besar kecilnya, tetapi dari hati yang tulus membantu,” ujarnya.
Usta berharap seluruh bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi pascabencana.
“Semoga amal baik ini diberkati Tuhan,” katanya.
Usta menjelaskan, kondisi akibat bencana di wilayah Kecamatan Ende cukup parah dan berdampak terhadap masyarakat di sejumlah desa. Ia menyebutkan, di Kecamatan Ende terdapat sebanyak 32 desa yang terdampak.
Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat sebanyak 1.687 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang hingga berat.
Jumlah tersebut, kata Usta, belum termasuk kerusakan terhadap sejumlah fasilitas umum yang ada di wilayah terdampak.“Gereja, masjid dan sekolah-sekolah itu laporannya tersendiri,” jelasnya.
Selain memberikan bantuan untuk masyarakat Desa Rukuramba di Kabupaten Ende, Pemerintah Kabupaten TTU juga menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Kabupaten Nagekeo.
Bantuan dari Pemkab TTU untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo mencapai Rp100 juta.
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten TTU dan Polres TTU atas bantuan serta kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Nagekeo yang terdampak bencana.
Simplisius mengatakan, bantuan dari Pemkab TTU merupakan bentuk kepedulian antardaerah dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi bencana.
Simplisius mengapresiasi langkah Pemkab TTU dan Polres TTU yang ikut memberikan dukungan bagi masyarakatnya di Kabupaten Nagekeo.Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak dan mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nagekeo, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten TTU dan Polres TTU yang telah menunjukkan kepedulian kemanusiaan kepada masyarakat kami. Situasi bencana seperti ini, kehadiran dan uluran tangan dari saudara-saudara kita tentu sangat berarti. Inilah bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan sebagai sesama manusia dan sesama masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tandasnya.
Sementara, Bupati TTU mengatakan, kehadiran Pemkab TTU di tengah masyarakat terdampak bencana bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga membawa rasa kepedulian dan solidaritas masyarakat TTU.
“Duka yang terjadi di Ende dan Nagekeo adalah duka kita bersama. Saya atas nama masyarakat TTU ikut mendoakan agar semua aktivitas bisa kembali normal,” ujarnya.
Menurutnya, kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Ketika ada masyarakat yang mengalami kesulitan, maka sesama manusia harus saling membantu dan menguatkan.
“Kemanusiaan tidak mengenal batas, tidak mengenal perbedaan daerah, dan tidak mengenal besar kecilnya bantuan. Ketika satu tangan membutuhkan pertolongan, tangan yang lain harus terulur,” katanya.
Ia mengatakan bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana. Namun, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa masyarakat TTU turut merasakan penderitaan yang dialami warga Ende maupun Nagekeo.
“Kami datang dengan rasa duka, tetapi berharap agar masyarakat kembali bangkit, aktivitas masyarakat kembali berjalan, dan anak-anak kembali sekolah,” ujar Purnawirawan TNI AD itu.
Diketahui, bantuan ini merupakan buah dari aksi solidaritas bertajuk “Nada Harapan TTU untuk Flores” yang digalang beberapa waktu sebelumnya. Dana yang terkumpul dari Pemda TTU, sukarelawan, ASN, dan aparat keamanan itu kemudian disalurkan hari ini, Senin. (*)



Komentar