GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Pendidikan
Beranda » Berita » Bemnus NTT Sebut Ada Dugaan Pengucilan Pimpinan Kampus di NTT

Bemnus NTT Sebut Ada Dugaan Pengucilan Pimpinan Kampus di NTT

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Andhy Sanjaya. (Dok: Istimewa)

NTTSatu.ID— Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Andhy Sanjaya, mengkritik keras dugaan tindakan LLDIKTI Wilayah XV yang dinilai tidak profesional.

Ia menyoroti Ketua STIKES Nusantara Kupang yang disebut berulang kali dikeluarkan dari grup komunikasi pimpinan perguruan tinggi se-NTT tanpa penjelasan yang jelas.

Menurut Andhy, tindakan itu tidak bisa dianggap hal biasa. Ia menilai cara tersebut tidak pantas dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi karena terkesan tertutup dan tidak transparan dalam berkomunikasi dengan kampus-kampus di NTT.

Ia juga menyebut ada dugaan kuat tindakan tersebut mengarah pada maladministrasi. “Kalau pimpinan kampus dikeluarkan tanpa alasan yang jelas, itu sudah tidak benar dan bisa masuk kategori pengucilan,” katanya.

BEM Nusantara NTT, kata Andhy, mendukung langkah BEM STIKES Nusantara Kupang yang sudah melaporkan persoalan ini ke Ombudsman RI Perwakilan NTT.

Sekda Kupang: Hak PPPK Belum Terbayar Akibat Kekurangan Anggaran Rp130 Miliar

Menurutnya, langkah itu wajar dilakukan untuk mencari kejelasan dan keadilan.“Ini bukan masalah kecil. Kalau satu kampus diperlakukan tidak adil, itu bisa berdampak ke dunia pendidikan secara luas di NTT,” ujarnya.

Ia meminta Ombudsman RI Perwakilan NTT turun langsung dan memeriksa persoalan ini secara terbuka.

Menurutnya, semua pihak harus bisa dijelaskan agar tidak menimbulkan kecurigaan di publik.

Andhy juga menegaskan, jika tidak ada penyelesaian yang jelas, BEM Nusantara NTT siap mengambil langkah lanjutan untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. (*)

Didampingi Kuasa Hukum, Tiga Korban Pengeroyokan Pencari Madu di TTU Jalani Pemeriksaan Polisi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement